Ditreskrimum Polda Kalteng Ungkap 2 Kasus Saat Konferensi Pers

LCN – Palangka Raya Polda Kalteng – Pada beberapa waktu yang lalu, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng telah berhasil mengungkap 2 (dua) kasus yaitu tindak pidana penipuan dan perdagangan orang.

Hal tersebut di sampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., melalui Kabidhumas Kombes Pol. K. Eko Saputro, S.H., M.H., saat konferensi pers di Balai Wartawan Mapolda Jalan Tjilik Riwut Km 1 Kota Palangka Raya, Kamis (08/04/2021) pagi.

Perihal senada pun diutarakan Dirreskrimum Kombes Pol Budi Harianto, S.I.K., M.Si., melalui Wadirreskrimum AKBP Arie S.Z. Sirait, S.I.K., M.Si., menurutnya, pada release kali ini pihaknya telah berhasil menangkap 4 (empat) pelaku dalam kasus penipuan dan perdagangan orang.

“Pada kasus pengelapan sendiri bermula dari laporan Made Megawati dalam hal ini pihak PT. Lestari Sukses Mandiri (LSM) terkait adanya menerima orderan barang dari terlapor berinisial RH (49) dan NW (45)”, ungkapnya.

Diterangkannya, jika kedua belah pihak ini telah melakukan beberapa kali transaksi, tetapi pada orderan terakhir di tgl 10 Oktober 2020, terlapor tidak lagi membayar barang yang telah diorder tersebut.

“Kemudian, setelah dicek biliyet giro (bg) atas nama Wiji Asih yang diberikan terlapor ternyata kosong dan tentu saja tidak dapat dicairkan sama sekali. Pada kasus ini, korban mengalami kerugian berjumlah Rp. 837.425.000,- dan kedua pelaku kami tangkap di wilayah Manado Polda Sulawesi Utara”, urainya.

Selanjutnya, terang Arie, pihaknya telah berhasil mengungkap kasus perdagangan orang dengan korban dibawah umur diseputaran Kota Cantik Palangka Raya.

“Tindak Pidana Perdaganan Orang (TPPO) kali ini kami ungkap berdasarkan adanya laporan masyarakat. Setelah menerima laporan, kami pun segera melakukan penyelidikan guna memberantas kasus kriminal yang melibatkan anak dibawah umur tersebut”, paparnya.

Tidak ingin perburuan hilang begitu saja, jelas Arie, pihaknya mencoba memesan lewat aplikasi michat melalui mucikari FA (26) dan disepakati harga Rp. 250.000,-.

Benar saja, setelah terjadinya kesepakatan, kami berhasil menemukan seorang perempuan dibawah umur berinisial WN (16) disebuah wisma. Dimana pada penggerebekan yang digelar, kami juga menangkap dua mucikari FA tadi dan RH (18)”, tandasnya.

Lebih lanjut, Arie menyampaikan, jika TPPO tersebut telah berlansung selama tiga bulan terakhir. “Bahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh, para korban bisa melayani pasien sebanyak lima kali satu malam setelah mengonsumsi sabu. Untuk kasus sabu sudah kami kordinasikan ke Ditresnarkoba guna pemeriksaan lebih lanjut”, pungkasnya.

(Yos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *