Babinsa Penuhi Undangan Pelayanan KB MKJP Serentak

LCN,Tanjung Balai | Meningkatkan kesejahteraan Ibu, anak dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Menindaklanjuti hal tersebut Babinsa Koramil 17/Datuk Bandar jajaran Kodim 0208/Asahan, Serma Syaiful Zuhri dan Serda Fachri Tanjung turut serta melaksanakan giat menghadiri undangan pelaksanaan Pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) serentak sekaligus dikaitkan dengan momentum bakti sosial TNI Manunggal KB Kesehatan. Kegiatan pelayanan KB tersebut berlokasi di Puskesmas Semula Jadi, Jalan Putri Malu, Kelurahan Semula Jadi, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjung Balai, Jumat (25/09/2020).

Launcing serentak pencanangan pelayanan KB MKJP juga turut dihadiri oleh Bapak Sopian Rangkuti, SE. MAp, Kabid KBKR Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Mayor Inf Supriyono, Pabanda Bakti TNI Siter DAM I/BB, Drs. Rukhyat, Sekretaris PKK Sumut, Ibu Hj. Ernawati, SIP. MM, Kadis PPKB (Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Tanjung Balai, Ibu Nurlela Kabid KB Tanjungbalai, Ibu Misriani, Amkeb Kabid KS (Keluarga Sejahtera) Tanjung Balai, Ibu Jamron, Kabid Dalduk (Pengendalian Penduduk) Tanjung Balai, dan PLKB Datuk Bandar Timur dan seluruh staf. Pada kegiatan tersebut Serma Syaiful Zuhri mengatakan, Kodim melalui Koramil jajaran dan Babinsa siap mendukung pelayanan KB MKJP.

Babinsa melalui koramil jajaran akan melakukan pendampingan kepada petugas di wilayah binaan masing-masing, agar target pelayanan KB sejuta akseptor secara nasional dapat diwujudkan dan tercatat dalam rekor MURI. Ditengah wabah pandemi Covid 19 ini, kata Babinsa Serma Syaiful Zuhri, prosedur protokol kesehatan tetap dipatuhi dalam pelaksanaanya agar terhindar dari penyebaran virus korona. Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Polman Ahmad Kilang mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya menarget 590 akseptor di 15 wilayah kecamatan. Setelah dilaksanakan, pendaftar justru melebihi target sebelumnya. ”

Pelayanan KB dalam kegiatan pelayanan sejuta akseptor ini yakni Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang digunakan selama 3 tahun lamanya. Tapi ada kemungkinan juga mengikuti KB suntik, pil dan kondom. Kemudian untuk KB pria (Vasektom), saat ini belum ada yang mendaftar. Pelayanannya MKJP yang terdiri dari pemasangan implan yang dipasang di lengan, suntik, pil dan kondom. “Program KB bukan berarti melarang masyarakat berhubungan suami istri. Tapi, untuk memberikan jarak antara anak pertama dan anak kedua khususnya dimasa pandemi ini” pungkas Babinsa Serda Fachri Tanjung.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.