Dandim bersama Forkominda Tinjau Pelaksanakan Pilkada

LCN–Forkominda melaksanakan pemantauan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020. Dalam pelaksanaan pemantaun ini Forkominda dibagi menjadi 5 tim, untuk tiap tim meninjau 3 kecamatan. Komandan Kodim Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat masuk dalam tim IV bersama Kepala Pengadilan Agama, Kesbangpol, Kasat Intel Polres, Komisioner KPU, Bawaslu, dan Setda. Dengan wilayah pemantaun Leksono, Watumalang dan Mojotengah. (9/12)

Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat selaku ketua Tim IV menyampaikan terima kasih kepada para penyelenggara yang telah melaksanakan tugas dengan baik dilapangan. Sehingga proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati bisa berjalan sesuai harapan. Adapun ada sedikit kendala dilapangan itu wajar karena situasi dan kondisi kadang diluar dungaan kita.

Kepada penyelenggara mengingatkan agar selalu bersikap netral, jangan sampai menjadi petugas memihal salah satu kandidat. Itu sangatlah vatal, jangan dinodai oleh hal – hal yang tidak perlu, jangan mudah oleh bujuk rayu. Resiko yang ditanggung tidaklah kecil, sementara yang diperoleh tidak seberapa. Untuk itu jangan coba – coba berbuat curang.

Kepala Kesbangpol Didik Wibawanto menyampaikan, mengucap syukur alhamdulilah selama pemantaun pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo tahun 2020 berjalan dengan kondusif. Tidak permasalahan yang menonjol mulai dari kampaye, sampai dengan perhitungan ini. Itu menunjukkan bahwa saat ini masyarakat sudah cerdas akan kehidupan politik. Semoga kedepannya kehidupan berpolitik di Wonosobo khususnya dan pada umum nya di Indonesia semakin baik. Sudah tidak saatnya lagi masyarakat berkelahi, bermusuhan sesama tetangga hanya gara – gara beda pilihan.

Itu semua juga didukung oleh koordinasi yang baik antara penyelenggara Pilkada (KPU), Bawaslu, Pemda dan aparat keamanan baik Kodim maupun Polres dalam mengajak masyarakat untuk selalu menjaga stabilitas keamanan secara terus menerus.

Kabag Pemerintahan Wonosobo Tono Prihantono menghimbau kepada masyarakat agar datang ke TPS. Jangan takut ke TPS karena Pemerintah sudah sedemikian rupa dalam menyelenggarakan pesta demokrasi dengan aman, nyaman dan lancar.

Protokol kesehatan benar – benar ditegakkan setiap pemilih datang langsung mencuci tangan pakai sabu, diberikan sarung tangan, disediakan masker jika tidak memakai, diukur suhu tubuhnya bila diatas 37 derajat disediakan bilik khusus dan diperlakukan secara khusus.

Pelaksanaan juga dijadwal kedatangannya sehingga diharapkan tidak ada kerumunan. Saat penghitungan pun dihimbau masyarakat tidak usah melihat cukup saksi saja. Itu semua diharapkan agar para pemilih bisa tenang, tidak takut terpapar covid-19.

Yang tidak kalah penting adalah seluruh petugas mulai dari TPS, KPPS sampai dengan yang lainnya juga telah dilaksanakan repid tes, bagi yang reaktif akan sudah di swab. Hasil swab positif tidak boleh menjadi petugas. Untuk itu semua petugas dalam keadaan sehat. Itulah yang dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat mau datang ke TPS.

Pendim0707

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.