KOMPI 2 BATALYON C PELOPOR DOMPU ADAKAN BAKTI SOSIAL BENCANA ALAM

LCN, Dompu, NTB — Dari berbagai pemberitaan di beberapa media, di penghujung November ini, rata – rata semua wilayah di Indonesia sudah memasuki musim Penghujan.

Peralihan Musim dari musim kemarau tahun ini tidak seperti 20 atau 30 tahun yang lalu yang bisa dipresiksi tepat kapan datangnya sehingga warga bisa bersiap-siap untuk menghadapi segala kemungkinan bencana yang akan terjadi. Situasi Bumi yang sudah bermetamorfosis karena adanya pemanasan global dari segala faktor ini mengakibatkan pencairan balok – balok es diKutub Utara dan Selatan yang menaikan permukaan air laut karena akibat dari naiknya suhu di bumi oleh rusaknya lapisan ozon. Bahkan cuaca akhir ini seakan membenarkan pendapat prediksi para ahli dari era tahun 80an yang memperkirakan bahwa dikisaran tahun 2030-an cuaca dunia bisa sangat ekstrim yang sulit untuk diprediksi dengan beberapa bencana penyertanya seperti suhu dunia yang terlampau panas menyengat, angin topan, puting beliung, badai topan, banjir, tanah longsor hingga tsunami. Ini semua terjadi karena banyak faktor terlebih karena ulah manusia yang tidak mau menjaga keseimbangan ekosistem flora – fauna dan alamnya.

Seperti bencana Angin kencang dan Banjir yang terjadi di Desa Lanci Jaya 1 Kecamatan Manggalewa Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Aktifitas manusia dan Ekploitasi Hutan dikawasan Hutan Pegunungan mengakibatkan Hutan Gundul dan rusaknya lahan hijau sehingga Hutan pun tidak bisa berfungsi optimal untuk menjaga keseimbangan alam.

Dalam rangka menghadapi Tanggap Bencana di Kabupaten Dompu dan mewujudkan Bhakti Brimob Menghadirkan Negara ditengah Masyarakat, 1 regu Kompi 2 Batalyon C Pelopor dpp Aiptu Idrus, melaksanakan Bhakti Sosial dan Pendirian Posko Bencana warga yang terkena bencana alam di Desa Lanci Jaya. Minggu (22/11/2020).

Dari pantauan Gabungan Tim Tanggap Bencana Kab Dompu, adapun Data Korban yang dihimpun tim Tanggap Bencana sementara ini sebagai berikut yakni 38 Rumah rusak Berat di desa Lanci Jaya, 8 rumah Rusak Berat Desa Sukadamai, dan 5 rumah Rusak Berat di Desa Doromelo. Adapun korban luka Ringan 5 orang dan tidak terdapat korban Jiwa.

” Mari kita jaga simbiosis alam secara bersama – sama dengan penuh kesadaran dari tiap pribadi, melakukan hal yang kecil pun sudah sangat berarti. Tidak membuang sampah sembarangan, ikut dan berpartisipasi dalam penanamaman pohon dikawasan hutan atau lahan hijau, dan kurangi penggunaan energi rumah tangga yang tidak perlu seperti hemat gunakan listrik dan menjaga kebersihan selokan dan area sekitar rumah. Mari kita lebih peduli dengan lingkungan sekitar untuk menjaga ekosistem bagi anak cucu kita mendatang_. Ungkap Iptu Sudirman Danki 2 Yon C saat ditemui penulis.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.