LCN – Lombok Utara,– Personel Sat Polairud Polres Lombok Utara Polda NTB, kembali beraksi melalui program “Polisi Penolong”. Kali ini, sasarannya bukan ditengah lautan, melainkan ditengah lingkungan pendidikan agama, tepatnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Senin (12/01/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini tidak hanya sekadar kunjungan silaturahmi biasa. Para personel Sat Polairud hadir membawa misi edukasi penting terkait hukum dan tata tertib diwilayah perairan.
Kapolres Lombok Utara Polda NTB, AKBP Agus Purwanta, S.I.K , melalui Kasat Polairud AKP I Gusti Made Suarjaya mengungkapkan,
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, personel memberikan sosialisasi mendalam mengenai, yakni
Undang-Undang Pelayaran, Menanamkan kesadaran keselamatan saat beraktivitas dilaut. Undang-Undang Perikanan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan aturan penangkapan ikan yang legal,”paparnya.
”Kami ingin para santri, yang juga merupakan bagian dari masyarakat pesisir, memiliki pemahaman yang kuat tentang hukum laut. Jadi, mereka tidak hanya paham ilmu agama, tapi juga melek hukum negara, “ujar Kasat.
Lebih lanjut, Kasat Polairud juga menerangkan, Program Polisi Penolong ini merupakan bukti nyata kehadiran Polri ditengah masyarakat untuk memberikan solusi dan rasa aman. Tak hanya materi serius, sesi diskusi interaktif juga mewarnai pertemuan tersebut, membuat para santri antusias bertanya mengenai tugas-tugas Kepolisian Perairan,”jelas I Gusti.
Hingga kegiatan berakhir, suasana tetap kondusif, aman dan penuh rasa kekeluargaan. Melalui langkah ini, diharapkan generasi muda, khususnya para santri di KLU, dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian dan ketertiban laut Lombok Utara,”tandasnya.
(Orik / 002)






