Home / Berita POLRI / Tegas Kapolres, Melalui Kasat Polairud Himbau Warga Pesisir Agar Waspada Dalam Pelayaran dan Terus Update Situasi Cuaca Diwilayah Perairan.

Tegas Kapolres, Melalui Kasat Polairud Himbau Warga Pesisir Agar Waspada Dalam Pelayaran dan Terus Update Situasi Cuaca Diwilayah Perairan.

LCN – Lombok Utara,– Cuaca ekstrem kembali menunjukkan taringnya diperairan Lombok Utara. Sebuah kapal nelayan jaring pukat asal Ampenan, Kota Mataram, dilaporkan hancur berkeping-keping setelah dihantam gelombang tinggi saat bersandar di Pantai Dangar Reduh, Dusun Tanak Song Timuk, Desa Jenggala, Minggu (11/01/2026).

​Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.40 WITA tersebut mengakibatkan kerugian materi yang fantastis, ditaksir mencapai Rp 400 Juta.

​Kapolres Lombok Utara, Polda NTB, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Polairud AKP I Gusti Made Suarjaya menyampaikan, ​kejadian bermula saat kapal yang dinahkodai oleh Burhanudin (58) bersama 8 orang Kru baru saja selesai melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan sekitar pukul 10.30 WITA. Kondisi yang awalnya tenang tiba-tiba berubah mencekam panik,”papar Kasat.

Lebih lanjut, Kasat Polairud Polres Lombok Utara Polda NTB, AKP I Gusti Made Suarjaya menerangkan, ​angin kencang mendadak bertiup disusul dengan kemunculan gelombang besar yang langsung menghantam badan kapal yang sedang parkir dipinggiran pantai. Tak kuasa menahan hantaman air laut yang begitu kuat, kapal tersebut mengalami kerusakan fatal,”jelas I Gusti.

​”Badan kapal patah dan lambung kapal pecah seketika. Jaring pukat yang ada diatas kapal pun berserakan disepanjang garis pantai,”ujar Kasat.

​​Melihat kapal dalam kondisi kritis, para awak kapal dibantu warga sekitar langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Ditengah deburan ombak yang masih tinggi, mereka berupaya menyelamatkan sisa-sisa jaring pukat dan peralatan kapal yang masih bisa diamankan,”pungkasnya.

​Beruntung, meski kerugian materil sangat besar, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Nahkoda beserta 8 kru kapal dilaporkan dalam keadaan selamat namun mengalami syok atas hilangnya aset utama mereka.

​Himbauan Pihak Kepolisian
​Kasat polairud melalui rekan – rekan polsek terutama bhabinkamtibmas, mengonfirmasi cuaca menghimbau bagi para nelayan yang akan melakukan giat berlayar diperairan Lombok Utara saat ini sulit diprediksi oleh karena itu tegas kasat. Pihak kepolisian menghimbau kepada seluruh nelayan, terutama yang datang dari luar daerah dan nelayan lokal untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan tidak lengah saat menyandarkan kapal dilokasi yang terbuka.

​Saat ini, puing-puing kapal masih berada dilokasi kejadian sebagai saksi bisu ganasnya ombak awal tahun dipesisir Dangar Reduh,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *