LCN – Mataram – NTB, Kehadiran aparat kewilayahan ditengah aktivitas masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan monitoring wisata lokal yang dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Suranadi, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada. Babinsa Suranadi Serda Zul Adha melaksanakan pemantauan langsung kegiatan wisata masyarakat di Pemandian Air Ranget, Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Minggu (18/01/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan situasi keamanan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas wisatawan lokal yang memanfaatkan waktu libur untuk beristirahat dan bersantai bersama keluarga. Pemandian Air Ranget sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata air alami yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Dalam pelaksanaan monitoring tersebut, Babinsa Serda Zul Adha bersinergi bersama Bhabinkamtibmas Desa Suranadi serta pengelola wisata setempat, Saptori. Ketiganya melakukan pemantauan area wisata, berdialog dengan pengunjung, serta memberikan imbauan agar tetap menjaga keselamatan, kebersihan lingkungan dan ketertiban selama berada dilokasi wisata.
Pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa mendapat respons positif dari para pengunjung. Kehadiran aparat di lokasi wisata memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menjadi bentuk nyata perhatian TNI terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa binaan.
“monitoring ini juga menjadi upaya preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan diarea wisata air,”ujar Serda Zul Adha.
Ia juga menyampaikan, “kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial Babinsa dalam mendukung keamanan wilayah serta mendorong berkembangnya potensi wisata lokal, “tambahnya.
Dengan terciptanya suasana yang aman dan kondusif, diharapkan wisata Desa Suranadi semakin diminati dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Melalui sinergi TNI, Polri, dan pengelola wisata, Pemandian Air Ranget diharapkan tetap menjadi destinasi favorit yang aman, nyaman dan ramah bagi seluruh pengunjung,”pungkasnya.
(Orik / 002)






