LCN -:Lombok Utara, – Ditengah ancaman gelombang setinggi 2,5 meter yang dipicu Bibit Siklon 97S, jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Lombok Utara Polda NTB, melakukan langkah drastis. Tak ingin kecolongan oleh ganasnya cuaca ekstrem, instruksi tegas turun langsung. Personel wajib lebih intensif dilapangan, himbauan tak boleh berhenti sedetik pun!
Kapolres Lombok Utara Polda NTB, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Polairud AKP I Gusti Made Suarjaya, menerangkan situasi diperairan Utara Lombok saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hujan lebat disertai angin kencang hingga 25 knot mulai mengocok perairan, membuat aktivitas laut menjadi taruhan nyawa.
Lebih lanjut, Kasat Polairud AKP I Gusti Made Suarjaya menegaskan mitigasi kali ini bukan sekadar formalitas. Personel kepolisian kini dikerahkan untuk melakukan patroli “jemput bola”, mendatangi satu per satu kapal nelayan dan operator speed boat dipelabuhan rakyat,”paparnya.
Masih Kata I Gusti, ”Kami tidak ingin ada duka dilaut. Personel kami perintahkan untuk lebih intens memberi himbauan cuaca terkini. Jika kondisi memburuk, kami secara tegas meminta aktivitas pelayaran ditunda. Keselamatan warga, yakni hukum tertinggi!” ujar dengan nada tegas.
Aksi ‘Pagar Betis’ di Garis Pantai
Petugas Polairud kini tak hanya siaga diatas kapal, tapi juga “mengepung” titik-titik kumpul nelayan. Langkah mitigasi yang dilakukan meliputi. Update Cuaca Real-Time dan petugas dilapangan dibekali data BMKG terbaru untuk langsung disosialisasikan kepada warga pesisir.
Memastikan setiap kapal yang nekat melaut wajib memiliki pelampung dan alat komunikasi darurat. Pengawasan jalur wisata gili, menjaga ketat arus penyeberangan ke Gili Trawangan, Meno dan Air agar tetap terkendali meski cuaca tak menentu,”tandasnya.
(Orik / 002)






