Home / Berita TNI / Persit KCK Wonosobo Gelar Skrining HPV DNA dan Cek Kesehatan Gratis

Persit KCK Wonosobo Gelar Skrining HPV DNA dan Cek Kesehatan Gratis

LCN – Wonosobo – Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Kodim 0707/Wonosobo sukses menyelenggarakan pemeriksaan HPV DNA (Deteksi Dini Kanker Serviks) dan layanan kesehatan gratis di Klinik Pratama Kartika Kodim 0707/Wonosobo. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program nasional deteksi dini kanker serviks, sejalan dengan gerakan serupa yang digulirkan Persit KCK pusat. (21/1/2026).

Ketua Persit KCK Cabang XXVII, Ny. Fifin Yoyok Suyitno, acara ini berkolaborasi erat dengan Klinik Pratama Kartika Kodim 0707/Wonosobo, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, serta Puskesmas Wonosobo 1. Selain tes HPV DNA, peserta juga mendapat pemeriksaan kesehatan umum secara cuma-cuma, termasuk cek gula darah, pengukuran tekanan darah (tensi), serta konsultasi kesehatan lainnya.

Ny. Fifin Yoyok Suyitno menekankan filosofi sederhana namun mendalam: “Lebih baik mencegah daripada mengobati.” Beliau menambahkan, “Sakit itu bukan hanya soal rasa nyeri, tapi juga waktu, biaya, dan energi yang terbuang sia-sia. Dengan deteksi dini, kita bisa menyelamatkan nyawa dan menjaga kualitas hidup keluarga besar TNI AD.”

dr. Fanny Fatma, sebagai narasumber medis, memberikan edukasi komprehensif tentang kanker serviks bahwa HPV DNA Test merupakan metode paling akurat dan sensitif saat ini untuk mendeteksi infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe berisiko tinggi (terutama HPV 16 dan 18), yang menyebabkan hampir 99% kasus kanker serviks. Tes ini mengidentifikasi DNA virus dari sampel sel serviks, sehingga mampu mendeteksi infeksi persisten sebelum berubah menjadi lesi pra-kanker – jauh lebih unggul dibandingkan pap smear konvensional.

IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) digunakan sebagai skrining awal cepat: asam asetat dioleskan ke serviks, dan area abnormal akan memutih, menandakan potensi lesi pra-kanker.

Penyebab utama kanker serviks, yaitu infeksi HPV persisten yang ditularkan melalui hubungan seksual. Virus ini sangat umum, tapi pada sebagian kecil wanita, infeksi tak kunjung hilang dan memicu perubahan sel menjadi kanker dalam 10–20 tahun.Faktor risiko yang signifikan meliputi : Mulai aktif secara seksual diusia dini (18 tahun), Berganti-ganti pasangan atau pasangan dengan riwayat banyak pasangan, Merokok (aktif maupun pasif), Sistem imun lemah (HIV, transplantasi, dan lain – lain.), Riwayat IMS lain, Multiparitas (melahirkan banyak anak), Faktor genetik atau keluarga.

Kegiatan ini diikuti antusias oleh anggota Persit, istri prajurit, serta keluarga TNI AD lainnya. Banyak peserta mengaku baru menyadari betapa pentingnya skrining rutin, karena kanker serviks sering tanpa gejala pada tahap awal.

Persit KCK Cabang XXVII Kodim 0707/Wonosobo berkomitmen terus menggelar program serupa, sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kesehatan perempuan dilingkungan TNI AD. Deteksi dini bukan hanya hak, tapi kewajiban demi masa depan keluarga yang lebih sehat dan berkualitas,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *