LCN – Lombok Barat, – Ditengah bayang-bayang fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, Satgas Saber Pangan NTB resmi “menabuh genderang perang” terhadap spekulan.
Hadir langsung di Lapangan Banteng, Lingsar, Jumat (13/02/2026), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB, Kombes Pol. FX Endriadi, S.I.K., menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan instrumen perlindungan rakyat.
Membawa pesan langsung dari Menteri Pertanian RI, Kombes Pol. FX Endriadi memberikan peringatan keras kepada oknum pelaku usaha yang mencoba bermain diair keruh.
“Kami tidak akan ragu! Jika ada pelaku usaha yang sengaja menjual diatas HET, HAP, HPP, Satgas Saber Pangan akan mengambil tindakan tegas. Ini soal perut rakyat, tidak ada ruang untuk penimbun atau mafia harga,”tegas Endriadi dengan nada lugas.
Kolaborasi “Full-Force” di Lapangan
Kehadiran elit lintas sektoral di lokasi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di Bumi Gora. Dari Polda NTB, Bulog, Bank Indonesia, hingga jajaran Dinas Pemprov, semua turun gunung untuk memastikan. Stabilitas Stok, Pasokan pangan dipastikan aman hingga puncak HBKN.
Barang yang sampai ke tangan warga harus kualitas terbaik. Harga di GPM dipastikan jauh dibawah harga pasar retail.
GPM. Penyelamat Kantong Masyarakat
Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional ini menjadi “napas segar” bagi warga Lombok Barat.
Ditengah tren kenaikan harga pangan global, GPM hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat untuk mendapatkan bapokting (bahan pokok penting) tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Dengan pengawasan ketat dari Ditreskrimsus Polda NTB, masyarakat kini bisa bernapas lebih lega menyongsong momentum hari besar dengan tenang, tanpa dihantui kelangkaan atau lonjakan harga yang tak masuk akal,”tandasnya.
(Orik / 002)






