LCN – Mataram, – Dibalik tenangnya harga pasar, ada “saraf pusat” yang bekerja ekstra keras. Kamis (12/02), Ruang Rapat Ditreskrimsus Polda NTB, berubah menjadi pusat komando saat Kombes Pol. FX Endriadi, S.I.K. memimpin Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) yang menentukan nasib stabilitas pangan di Bumi Gora.
Bukan sekadar diskusi dibalik layar Zoom, rapat ini adalah pesan tegas bagi siapa saja yang berani bermain dengan urusan perut rakyat.
“Data sebagai Senjata”: Instruksi Tegas ke Seluruh Kasat Reskrim
Dirreskrimsus Polda NTB, tidak memberikan ruang bagi laporan formalitas. Dalam evaluasi pekan pertama Februari 2026 ini, ia menginstruksikan seluruh Kasat Reskrim dijajaran Polres/ta se-NTB untuk bertindak presisi.
“Jangan hanya memantau, tapi petakan! Saya minta seluruh Satgas di kabupaten/kota menginput data lapangan secara akurat. Data inilah yang akan menjadi dasar kami untuk mengambil tindakan hukum jika ada indikasi permainan,”tegas Kombes Pol. FX Endriadi dengan nada lugas.
Membongkar Skenario Spekulan Sejak Dini
Rapat Anev rutin ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) untuk mendeteksi tiga ancaman utama, Aksi Penimbunan: Memastikan gudang-gudang tidak sengaja “digembok” demi menaikkan harga.
Menjaga agar label harga dipasar tetap dalam koridor HET (Harga Eceran Tertinggi).
Standar Mutu: Menjamin pangan yang sampai ke meja makan warga sebagai produk berkualitas, bukan barang afkir.
Koalisi ‘Full-Force’ Jaga Perut Rakyat
Sinergi ini tidak main-main. Disatu layar virtual, bergabung kekuatan dari Bulog, Dinas Perindag, Dinas Pertanian, hingga Dinas Perizinan. Kolaborasi lintas sektoral ini memastikan bahwa setiap temuan dilapangan bisa langsung dieksekusi, baik secara administratif maupun pidana.
Komitmen Tanpa Celah
Menutup rapat, Dirreskrimsus menegaskan Anev rutin ini adalah jaminan keamanan bagi masyarakat NTB. Tugas Satgas Saber Pangan bukan hanya menjaga angka diatas kertas, tapi memastikan setiap warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan tenang, aman, dan terjangkau,”tandasnya.
(Orik / 002)





