LCN – Lombok Tengah – NTB, Babinsa jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah melakukan pengawalan secara masif terhadap seluruh proses penyerapan gabah petani dari hulu hingga ke hilir oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) agar serapan ini berjalan maksimal khususnya di Wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Jum’at (13/03/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan target serapan gabah sebesar 20.000 ton di wilayah Kabupaten Lombok Tengah dapat tercapai tepat waktu guna memperkuat ketahanan pangan nasional maupun wilayah.
Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam mendampingi satker Bulog merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) untuk menjaga stabilitas harga ditingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan daerah.
“Kami telah menginstruksikan seluruh Babinsa ditiap desa untuk turun langsung ke sawah dan penggilingan. Tujuannya adalah memastikan gabah hasil panen petani terserap secara maksimal oleh Bulog dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah (HPP),”ujar Dandim dalam keterangan.
Selain melakukan pengawasan harga, Babinsa juga berperan dalam memberikan edukasi kepada para petani mengenai standarisasi kualitas padi yang layak masuk ke gudang Bulog, seperti kadar air dan tingkat kebersihan gabah. Hal ini dilakukan agar tidak ada penolakan saat proses pengiriman hasil panen.
“Hingga pertengahan Maret ini, progres penyerapan menunjukkan tren positif. Kolaborasi antara TNI, Dinas Pertanian, dan Bulog diharapkan mampu memutus rantai tengkulak yang kerap memainkan harga saat musim panen raya tiba,”terangnya.
“Target 20.000 ton ini diproyeksikan dapat terpenuhi selama musim tanam tahun 2026 dan sebelum memasuki musim kemarau, “tambahnya.
Dengan pengawalan ketat dari jajaran Kodim 1620/Loteng, diharapkan distribusi pangan diwilayah Nusa Tenggara Barat tetap stabil dan kesejahteraan petani meningkat melalui kepastian harga beli,”pungkasnya.
(Orik / 002








