LCN -:Lombok Timur – NTB, Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap kesehatan, Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan tentang penyakit kanker dan tumor bertempat di Bale Langgaq Kodim 1615/Lotim, Jalan Prof. M. Yamin, S.H., Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Senin (15/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasdim 1615/Lotim Kapten Inf Pahmi, Pasi Pers Kodim 1615/Lotim Kapten Inf Agil, perwakilan personel Kodim 1615/Lotim, Ketua Cabang XXIX Dim 1615/Lotim, konsultan YSKI Fitriyani, penyuluh kesehatan Dikes YSKI. Veni, para Ketua Seksi dan pengurus Persit Cabang XXIX Dim 1615/Lotim, serta seluruh kader Posyandu Kodim 1615/Lotim.
Dalam sambutannya, Kasdim 1615/Lotim menyampaikan bahwa kehadiran tim kesehatan dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari serta dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Pada kegiatan penyuluhan, tim kesehatan YSKI memberikan edukasi terkait tiga jenis kanker yang perlu diwaspadai, yaitu kanker prostat, kanker serviks, dan kanker payudara, termasuk faktor penyebab, gejala, langkah pencegahan, serta upaya pengobatannya.
Untuk kanker prostat, dijelaskan bahwa penyakit ini menyerang kelenjar prostat pada pria akibat pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali hingga membentuk tumor ganas. Faktor risiko dapat dipengaruhi oleh keturunan, lingkungan, paparan polusi, asap rokok, serta pola hidup yang kurang sehat. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Sementara itu, kanker serviks merupakan kanker yang menyerang leher rahim dan umumnya berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Gejala yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan diluar masa menstruasi, perdarahan setelah berhubungan seksual, keputihan berbau atau bercampur darah, serta nyeri panggul. Pencegahan dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV, pemeriksaan Pap smear atau tes HPV secara berkala, serta menerapkan perilaku hidup sehat.
Sedangkan kanker payudara dapat menyerang laki-laki maupun perempuan, meskipun lebih sering terjadi pada perempuan. Gejala yang harus diperhatikan antara lain munculnya benjolan pada payudara atau ketiak, perubahan bentuk payudara, puting tertarik ke dalam, keluarnya cairan tidak normal, serta perubahan kulit payudara. Upaya pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan payudara secara rutin (SADARI), menjaga pola makan sehat, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit kanker sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup serta menjaga kesehatan keluarga,”tandasnya.
(Orik / 002)








