LCN – Sendawar – Euforia Piala Dunia 2026 kembali menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh keakraban. Dandim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Kolombia vs Portugal yang berlangsung di Ngooffee Cafe, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (28/06/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota Kodim 0912/Kubar, pengurus DPD KNPI Kutai Barat, perwakilan CV. Berkah Sinar Mahakam (BSM), serta masyarakat sekitar. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan sinergi yang terus terjalin antara TNI, pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan dan masyarakat.
Sejak kick-off dimulai, suasana nobar berlangsung semarak. Para penonton tampak antusias memberikan dukungan kepada tim favorit masing-masing. Jalannya pertandingan berlangsung sengit dengan jual beli serangan, namun kedua tim sama-sama tampil disiplin hingga laga berakhir tanpa gol. Skor akhir 0-0 memastikan Kolombia dan Portugal sama-sama melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Untuk menambah kemeriahan acara, panitia mengadakan doorprize dengan hadiah berupa jersey Piala Dunia dan bola sepak. Pembagian hadiah tersebut disambut antusias oleh para peserta nobar dan semakin menghidupkan suasana kebersamaan sepanjang kegiatan.
Disela-sela kegiatan, Dandim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco menyampaikan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang.
“Nonton bareng seperti ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun kebersamaan antara TNI dengan masyarakat. Semoga semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta Piala Dunia dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat,”ungkap Dandim.
Melalui momentum Piala Dunia 2026, Kodim 0912/Kubar berharap hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat semakin erat, sehingga sinergi dalam menjaga keamanan, persatuan, dan kondusivitas wilayah Kutai Barat dapat terus terpelihara,”tandasnya.
(Orik / 002)








