LCN – Lombok Timur, — NTB, Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Rest Area Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (14/08/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi seluruh unsur dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla diwilayah NTB melalui keterlibatan multipihak atau pentahelix.
Apel dihadiri Sekda Provinsi NTB Abul Chair, Ak., M.Si., yang mewakili Gubernur NTB, Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf Fahmi mewakili Dandim 1615/Lotim, unsur Polda NTB, Basarnas NTB, BPBD Provinsi NTB, Dinas LHK Provinsi NTB, BMKG, jajaran balai terkait, Forkopimda Lombok Timur, Kapolres Lotim AKBP Ariakta Gagah Nugraha, Danramil 1615-10/Sembalun Kapten Inf Jaya Negara, Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Sudri, Forkopimcam Sembalun, mitra pembangunan serta masyarakat. Jumlah peserta dan tamu undangan mencapai sekitar 200 orang.
Bertindak sebagai pembina apel Sekda Provinsi NTB Abul Chair, dengan Komandan Apel Astan W., S.H., M.H., dan Perwira Apel I Gusti, S.H.
Dalam amanatnya, Sekda Provinsi NTB menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial atau agenda rutin tahunan, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan menghadapi ancaman karhutla, khususnya selama musim kemarau.
Mengusung tema “Satu Semangat Cegah Kebakaran serta Lestarikan Hutan dan Lingkungan NTB”, seluruh unsur diminta memastikan personel, sistem komando, mekanisme koordinasi, serta sarana dan prasarana pengendalian karhutla berada dalam kondisi siap operasional.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Seluruh unsur harus siap bergerak, siap berkoordinasi dan siap bertindak untuk melindungi lingkungan serta keselamatan masyarakat Nusa Tenggara Barat, “tegasnya dalam amanat apel.
Sekda NTB juga menyampaikan bahwa berdasarkan data perhitungan Si Pongi Kementerian Kehutanan hingga 20 Juli 2026, luas kebakaran hutan dan lahan di NTB tercatat meningkat dari 5.759,19 hektare menjadi 8.895,43 hektare. Kondisi tersebut menempatkan NTB pada peringkat keenam secara nasional dan masuk dalam jajaran provinsi dengan tingkat kerawanan serta luas karhutla yang cukup tinggi.
Ancaman tersebut juga diperkuat dengan potensi fenomena El Nino yang dapat menyebabkan kondisi kemarau lebih kering dan panjang. Puncak musim kemarau diwilayah NTB diproyeksikan berlangsung pada Agustus 2026, sehingga diperlukan langkah antisipasi yang aktif, terencana dan terpadu.
Untuk memastikan kesiapan dilapangan, kegiatan dilanjutkan dengan inspeksi pasukan dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pengendalian karhutla kepada perwakilan kelompok masyarakat.
Pada pukul 09.45 Wita, peserta juga menyaksikan atraksi simulasi pemadaman kebakaran hutan yang diperagakan Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Jabalnusra. Simulasi tersebut menggambarkan kesiapan personel dalam melakukan respons cepat dan terpadu apabila terjadi kebakaran.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 Wita dalam keadaan aman dan lancar.
Melalui apel kesiapsiagaan tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat sinergi, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki serta mengesampingkan ego sektoral dalam upaya menekan risiko dan dampak karhutla di NTB.
Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan apel, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dilapangan dengan menjadikan setiap personel sebagai pelopor pencegahan kebakaran, setiap institusi sebagai penggerak koordinasi, dan masyarakat sebagai penjaga hutan serta lingkungan diwilayahnya masing-masing.
“Jaga Hutan, Jaga Kehidupan. Hutan Lestari, Nusa Tenggara Barat Mendunia.”
(Orik /002)






