LCN – Lombok Timur – NTB, Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, mendapat kunjungan Tim Penilai Kasad Award Lomba Kampung Pancasila Tahun 2026, kegiatan visitasi tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian Kampung Pancasila yang diikuti Kodim 1615/Lombok Timur, Senin (31/08/2026).
Tim penilai dipimpin Pabandya-3/Bin Rah Rawan Bencana Spaban III/Konsos Sterad Letkol Inf Hasan Dasuki, S.Sos., M.I.P., bersama perwakilan PT Astra, serta didampingi Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Hadiansyah, S.I.P., Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf Fahmi, unsur pemerintah daerah, Forkopimcam Keruak, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya.
Kedatangan tim penilai di Kantor Desa Sepit disambut Kepala Desa Sepit Muhammad Hasnawadi, S.Pd., bersama Ketua PKK Desa Sepit. Penyambutan berlangsung dengan pengalungan bunga yang diiringi musik tradisional gendang beleq dan tarian dayang-dayang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial yang diawali pemutaran video profil Kampung Pancasila Desa Sepit dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sepit menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Tim Penilai Kasad Award. Menurutnya, visitasi tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan pembangunan dan kemajuan Desa.
Desa Sepit, lanjutnya, berkomitmen menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Lomba Kampung Pancasila juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, gotong royong, kreativitas, kepedulian sosial dan toleransi ditengah masyarakat.
Sejumlah prestasi Desa Sepit turut disampaikan, di antaranya predikat Desa ODF, Desa Mandiri, Desa Cerdas dan Digital, serta prestasi dalam keterbukaan informasi publik tingkat NTB. Desa Sepit juga menjadi perwakilan Lombok Timur dan NTB dalam sejumlah ajang tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Hadiansyah, S.I.P., menyampaikan kehadiran Tim Penilai Sterad merupakan suatu kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh pihak untuk semakin meningkatkan pengamalan nilai-nilai Pancasila.
“Lomba Kampung Pancasila bukan sekadar mencari kemenangan, tetapi bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dan menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat,”ujarnya.
Dandim juga mengapresiasi masyarakat Desa Sepit yang selama ini mampu menjaga kerukunan dan keharmonisan. Ia berharap nilai-nilai persatuan, gotong royong, toleransi dan kepedulian sosial terus dipertahankan serta dikembangkan.
Ketua Tim Penilai, Letkol Inf Hasan Dasuki, S.Sos., M.I.P., dalam sambutannya mengapresiasi Dandim, pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Sepit atas sambutan yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan visitasi melibatkan tim penilai serta perwakilan PT Astra untuk melihat secara langsung berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian Kampung Pancasila.
Menurutnya, Desa Sepit memiliki potensi besar dan menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan untuk mewakili tiga provinsi dalam ajang yang lebih tinggi. Karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya terlihat dalam kegiatan perlombaan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila merupakan dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang sangat penting dalam menjaga persatuan ditengah keberagaman suku, agama, ras, golongan, bahasa dan budaya,”jelasnya.
Usai acara seremonial, Tim Penilai melanjutkan visitasi ke sejumlah lokasi yang menjadi objek penilaian. Penilaian diawali dengan kunjungan ke Podcast Mercusuar Karang Taruna Desa Sepit untuk melihat aspek Social Media Challenge sekaligus melakukan wawancara.
Selanjutnya, tim meninjau kegiatan UMKM yang dikelola PKK Desa Sepit dengan menampilkan proses pembuatan jamu tradisional. Tim juga melakukan uji petik terhadap kader Posyandu Bunga Teratai di Dusun Lokon guna mengetahui pemahaman kader terkait pelaksanaan kegiatan dan pelayanan Posyandu kepada masyarakat.
Visitasi kemudian dilanjutkan ke peternakan ayam pedaging Langgeng Sukses Berwibawa, Pos Kamling Wanra Dusun Pemondah, kandang kambing kolektif Desa Sepit Utara, kandang sapi kolektif, hingga gudang penggilingan padi yang menjadi bagian dari aspek ketahanan pangan atau Hanpangan.
Pada aspek Wanra, tim penilai melakukan uji petik terhadap personel terkait standar operasional prosedur pengamanan tingkat desa serta sistem koordinasi dengan instansi terkait. Sementara pada sektor peternakan, dilakukan pemeriksaan administrasi, kelengkapan kerja sama atau MoU antara pemerintah Desa dengan para peternak, serta wawancara.
Disektor ketahanan pangan, Tim Penilai meninjau gudang penggilingan padi untuk melihat pengelolaan dan kesiapan program Hanpangan di Desa Sepit.
Secara keseluruhan, visitasi menilai berbagai potensi dan program unggulan Desa Sepit, mulai dari peran Karang Taruna, UMKM, pemanfaatan media sosial, Posyandu, keamanan lingkungan dan Wanra, peternakan, hingga ketahanan pangan.
Kegiatan visitasi selesai sekitar pukul 12.30 WITA dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Hasil visitasi tersebut selanjutnya diharapkan menjadi bahan evaluasi dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas Kampung Pancasila Desa Sepit. Program-program unggulan yang telah berjalan akan terus dipertahankan dan dikembangkan, dengan peningkatan pada aspek administrasi, dokumentasi, publikasi serta koordinasi antara pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat.
Melalui sinergi seluruh komponen tersebut, Kampung Pancasila Desa Sepit diharapkan mampu menjadi contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi terciptanya Desa yang maju, mandiri, harmonis dan sejahtera,”pungkasnya.
(Orik / 002)







