LCN – Kutai Barat – Sinergi TNI bersama BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), KPHP Mook Manaar Bulatn, dan unsur pemerintah kecamatan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kampung Linggang Muara Batuq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Senin (26/10/2026) malam.
Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 17.00 WITA tersebut menghanguskan lahan berupa semak belukar dengan luas diperkirakan mencapai 25 hektare. Berkat kesigapan dan kerja sama seluruh personel gabungan, api berhasil dipadamkan pada pukul 23.00 WITA.
Informasi kebakaran pertama kali diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kutai Barat dari Babinsa Koramil 0912-12/Melak yang melaporkan adanya titik api di sekitar Kampung Linggang Muara Batuq.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim pemadam kebakaran BPBD Kutai Barat bersama personel Kodim 0912/Kutai Barat segera bergerak menuju lokasi, Tim gabungan tiba sekitar pukul 18.45 WITA dan langsung melaksanakan upaya pemadaman guna mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.
Sebanyak 57 personel gabungan diterjunkan dalam penanganan karhutla tersebut. Mereka terdiri dari personel Kodim 0912/Kutai Barat, BPBD Kutai Barat, MPA, Babinsa Koramil 0912-12/Melak, KPHP Mook Manaar Bulatn, serta unsur pemerintah kecamatan.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan sejumlah armada, yakni satu unit mobil pemadam water supply (WS) Kodim 0912/Kutai Barat, enam unit mobil pemadam slip-on BPBD, satu unit mobil pemadam WS BPBD, dua unit mobil pemadam slip-on kecamatan, serta satu unit kendaraan Hilux BPBD.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi wujud nyata sinergi dalam penanggulangan bencana, khususnya karhutla yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kehadiran personel TNI bersama instansi terkait juga menunjukkan pentingnya koordinasi dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat di wilayah.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang dilaporkan mengalami kerugian. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Polsek Melak.
Melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan upaya penanggulangan karhutla di Kabupaten Kutai Barat dapat terus ditingkatkan, mulai dari deteksi dini, penanganan cepat, hingga pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,”tandasmya.
(Orik / 002)







