14 SDN Negeri di Kecamatan Montong Gading di Duga di Punguti Dana Bos Oleh Oknum Kanit UPTD

LCN – Lombok Timur – Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan menyebut bahwa Kanit UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kecamatan Montong Gading memunguti 14 Sekolah Dasar Negeri yang mendapatkan Bantuan Dana Bos Afirmasi dan Kinerja pada tahun 2020 sebesar Rp. 1.200.000, Selasa 21 September 2021.

“Jumlah yang dimintai itu sebanyak Rp. 1.200.000., per sekolah, tapi karena tidak menggunakan kwitansi saat transaksi sehingga tidak bisa berbuat apa-apa, kadang ada tawar menawar pada saat dimintai dari jumlah yang diminta, “kata sejumlah Kepala Sekolah di Montong Gading.

Pada saat meminta, Kanit mengatas namakan Pemerintah Daerah, sehingga mereka memberikan sesuai yang di minta.

“Kita sebagai bawahan di mintai harus Royal kepada pemimpin. Mau tidak mau kita berikan,”Kata mereka. Lanjutnya, Mereka siap bersaksi ketika permasalahan itu di tindak lanjuti nanti.

Sementara itu, Menanggapi hal itu, Kanit UPTD Dikbud Kecamatan Motong Gading, Ardian Ansari, membantah tuduhan itu dan mengatakan ada ketidakpuasan kepala sekolah terhadap kepemimpinannya.

Pemotongan dana BOS afirmasi dan kinerja dan tuduhan mengatasnamakan pemerintah daerah, dengan tegas ia membantah dan menyebut bahwa itu semua hanya isu dan tidak benar.

“Tidak ada pemotongan dana bos itu, apalagi mengatasnamakan pemerintah daerah. Nauzubillahiminzalik,“ujarnya.

Di waktu yang lain, Asad, Sekertaris Dikbud, mengatakan permasalah itu sudah lama, bahkan pernah dilakukan klarifikasi dulu di ruangan ini, namun pada saat itu tidak diakuinya juga.

Dirinya membantah tidak ada keterlibatan Pihaknya di Dinas dan memerintahkan oknum ini memintai 14 sekolah itu.

“Tidak mungkin dari Pak Kadis, Saya dan teman teman yang lain itu memerintahkan untuk memotong dan mengambilnya,”ucapnya.

Perlu di ketahui, lanjutnya, tidak ada pihak Dikbud menerima sepeser rupiahpun dari kanit Montong Gading dalam bentuk apapun,”ucapnya.

Selaku Dinas yang menaungi, kasus ini akan di atensi. Namun ada langkah langkah yang akan di lalui untuk memprosesnya.

“Ini bisa dikatakan sudah puncak, akan segera melaporkan ke pimpinan. Bagaimanapun pimpinanlah yang memutuskan,

Kita lihat dan kita tunggu saja nanti, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terpecahkan,”harpannya.

 

(LCN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *