Home / Hukrim / Beras Dioplos Jelang Maulid, Satgas Pangan Polda NTB Turun Tangan, Ancam Pelaku dengan Hukuman Berat!

Beras Dioplos Jelang Maulid, Satgas Pangan Polda NTB Turun Tangan, Ancam Pelaku dengan Hukuman Berat!

LCN – Mataram, Kabar tidak sedap tentang beras oplosan dan penimbunan kembali mencuat jelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menanggapi hal ini, Satgas Pangan Polda NTB, bergerak cepat memastikan para pelaku curang tak bisa lolos dan merugikan masyarakat.

Tim Satgas Pangan yang dipimpin oleh Ditreskrimsus Polda NTB gencar melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional, pasar modern, hingga gudang distributor di seluruh wilayah NTB. Langkah ini bukan hanya untuk memastikan ketersediaan stok, tetapi juga untuk mengirimkan pesan tegas kepada para “pemain nakal.”

Kasubdit I Indagsi, Kompol Moh. Nasrulloh, menegaskan bahwa praktik-praktik curang seperti penimbunan dan mengoplos beras adalah kejahatan serius yang akan ditindak tegas.

“Kami tidak akan pandang bulu. Siapa pun yang terbukti menimbun atau mengoplos beras demi keuntungan pribadi, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,”ujar Kompol Nasrulloh dengan nada tegas, Senin (25/08/2025).

Aksi ini merupakan respons langsung terhadap laporan masyarakat serta temuan intelijen tentang adanya potensi kecurangan, terutama di tengah tingginya permintaan bahan pokok menjelang perayaan Maulid. Satgas Pangan berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan agar masyarakat NTB bisa merayakan hari besar dengan tenang.

​”Kami minta masyarakat tidak perlu khawatir. Stok dan distribusi di lapangan sudah kami pastikan terkendali. Namun, kami juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika menemukan praktik penimbunan atau pengoplosan disekitar mereka,”tutupnya.

Berita ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan pangan. Penekanan pada kata-kata seperti “turun tangan”, “hukuman berat”, dan “ancaman” membuat berita ini lebih menarik dan menonjol dibanding berita-berita lain yang mungkin hanya bersifat laporan rutin.

(Orik / LCN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *