LCN – Mataram, – Menjelang pergantian tahun, 2025. Polresta Mataram Polda NTB, dibawah komando Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., tidak hanya memamerkan deretan angka kriminalitas.
Dalam Press Release Akhir Tahun 2025, Senin (29/12/2025), Polresta Mataram menunjukkan wajah baru kepolisian yang lebih hangat, religius, namun tetap “taring” dalam menjaga keamanan.
Yang paling mencuri perhatian publik yakni program Peduli Tempat Ibadah. Polresta Mataram tidak hanya berpatroli, tapi juga turun tangan membantu pembangunan rumah ibadah. Tercatat, sebanyak 390 sak semen digelontorkan untuk 13 masjid, serta bantuan dana sosial untuk pura.
Tak berhenti disana, setiap senin pagi, seluruh personel terlibat dalam Gerakan Sedekah Bersama (GSB). Uang receh hingga lembaran rupiah yang terkumpul dari saku para polisi ini kemudian disulap menjadi paket Jumat Berkah yang telah menyentuh 270 warga kurang mampu sepanjang tahun 2025 ini.
Momen paling emosional dalam laporan akhir tahun ini, yaitu keberhasilan program Pengembalian Barang Bukti. Polresta Mataram Polda NTB, berhasil mengembalikan hak milik warga sebanyak 270 unit barang bukti tanpa pungutan biaya sepeser pun.
Rinciannya cukup mencengangkan, mulai dari 50 unit motor (R2), 6 mobil (R4), hingga barang elektronik seperti 37 handphone dan TV. Bayangkan kebahagiaan seorang warga yang motornya hilang dicuri, kini bisa kembali digunakan untuk bekerja berkat kerja keras tim opsnal,”papar Kombes Pol. Hendro.
Meski tampil humanis, Polresta Mataram tetap menunjukkan “ototnya” dalam menjaga ketertiban umum melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Targetnya jelas, balap liar, knalpot brong dan peredaran miras.
Dalam setahun, polisi berhasil menyita lebih dari 2.400 liter minuman keras berbagai jenis (Tuak, Brem, Arak, hingga Vodka). Langkah ini diklaim efektif menekan angka perkelahian antar pemuda dan kecelakaan lalu lintas yang kerap berawal dari pengaruh alkohol,”terangnya.
Sementara ungkap kasus narkoba ditahun 2025, yakni sebanyak 105 kasus dan Tahanan 134 orang dengan rincian laki – laki 125 orang dan perempuan 9 orang, salah satunya masih anak dibawah umur, jumlah penyelesaian yang sebanyak 90 kasus (85.71%) dengan rincian P21/ tahap II: 84 kasus, henti lidik 1 kasus, RJ/SP3: 5 kasus dan masih dalam proses sidik sebanyak 12 kasus.
Tahap penelitian Kejaksaan sebanyak 3 kasus. Jumlah barang bukti narkoba, yaitu shabu: 693,69 gram, ganja 1.340,92 gram, extasi 36 butir dan akan dilaksanakan juga pemusnahan barang bukti Narkotika golongan I jenis shabu milik tersangka inisial, yakni “SF” dengan netto 32,27 gram,
inisial “AY” jenis shabu dengan netto 3 gram,”papar Kombes Pol. Hendro.
Kombes Pol. Hendro Purwoko juga membawa Polresta Mataram masuk ke era digital penuh. Dengan Scan Barcode Bantuan Polisi dan optimalisasi Call Center 110, warga Mataram kini bisa melaporkan kejahatan secepat mengirim pesan WhatsApp.
”Kami ingin memastikan, Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi sebagai sahabat yang selalu ada saat masyarakat berduka, membutuhkan bantuan, sekadar ingin didengarkan lewat Ngobras (Ngobrol Asyik Bareng Masyarakat),”ungkap Kombes Pol. Hendro Purwoko dalam sambutannya.
Satu Tahun dalam Angka Kreatif,
1.000 Warga telah diajak berdialog lewat Safari Kamtibmas. 24 Kegiatan Sambang Duka (Polisi hadir melayat dirumah warga).
460 Tilang untuk pelanggar aturan lalu lintas yang bandel. 1 Bhabinkamtibmas Terpilih setiap bulannya sebagai apresiasi kinerja di Desa/Kelurahan.
Menutup tahun 2025, Polresta Mataram memberikan pesan kuat, keamanan terbaik tidak dibangun dengan jeruji besi semata, melainkan dengan kepercayaan dan kedekatan antara polisi dan warga.
Dan kegiatan pres rilis akhir tahun 2025 dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti Narkotika, miras dengan segala merek,”ujarnya.
(Orik / LCN)






