LCN – Mataram – NTB, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, Komandan Komando Resor Militer 162/Wira Bhakti, menghadiri acara konsolidasi antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nusa Tenggara Barat dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Provinsi NTB, Minggu, (31/08/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Tengah Gubernur NTB ini bertujuan untuk mengantisipasi rencana aksi unjuk rasa pada 1 September 2025. Selain Danrem, acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Gubernur NTB Dr. Lalu M. Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri, S.E., dan Ketua Pengadilan Tinggi NTB Dr. Hery Supriyono.
Perwakilan OKP dan BEM juga turut hadir dalam pertemuan ini, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), serta perwakilan BEM Universitas Mataram (UNRAM) dan OKP lainnya.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi penyusupan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab dalam setiap aksi mahasiswa. Beliau mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. “Setiap aksi mahasiswa yang niatnya untuk menyampaikan aspirasi seringkali disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, “ujar Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan saling mengawasi agar tidak ada provokator yang merusak jalannya aksi. “Jangan beri ruang bagi provokator yang justru menjadikan kita sendiri sebagai korban. Sampaikan aspirasi dengan cara yang baik agar berdampak positif,”tegasnya.
Konsolidasi ini menjadi wujud komitmen bersama antara Forkopimda dan OKP di NTB untuk memastikan setiap kegiatan penyampaian pendapat dimuka umum dapat berjalan damai, tertib dan bermartabat. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan stabilitas daerah dan menolak segala bentuk anarkisme yang dapat merugikan masyarakat,”tandasnya.
(Orik / LCN)