LCN – Mataram, – NTB, Gelombang pasang air laut atau banjir rob kembali melanda sejumlah kawasan pesisir Kota Mataram dipesisir Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Intensitas peristiwa tersebut mulai tinggi sekitar pukul 21.00–05.30 WITA yang berdampak langsung terhadap wilayah RT 05 dan RT 06, mengganggu aktivitas serta kenyamanan warga pesisir, Rabu malam (21/01/2026).
Merespons cepat kondisi tersebut, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Bintaro Komando Distrik Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan Serda Gede Puja Diarsa langsung turun ke lokasi bersama Lurah Bintaro Rudy Herlambang, unsur Satgas Kebencanaan, Kepala Lingkungan (Kaling) Bugis, Linmas, serta warga setempat. Kegiatan pemantauan dan pendampingan dilakukan sejak pukul 21.30 WITA hingga 05.30 WITA dini hari, sebagai bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana.
“Gelombang pasang yang datang secara tiba-tiba menyebabkan kerusakan berat pada akses jalan, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat, serta beberapa perahu nelayan rusak akibat hantaman air laut. Selain itu, air laut juga menggenangi rumah-rumah warga, memaksa sebagian masyarakat berjaga sepanjang malam demi menyelamatkan barang berharga dan memastikan keselamatan keluarga,”terang Rudy Herlambang, Lurah Bintaro.
Di tengah situasi malam yang mencekam, kehadiran Babinsa bersama aparat kelurahan menjadi wujud nyata kehadiran negara ditengah masyarakat. “Tidak hanya melakukan pemantauan situasi, Babinsa juga aktif menjalin komunikasi dengan warga, mengoordinasikan langkah antisipasi, serta memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang susulan.,”tambah Rudy yang didampingi Babinsa dan Kaling Bugis.
“Sinergi antara TNI, pemerintah kelurahan, unsur kebencanaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana. Kolaborasi tersebut memastikan setiap perkembangan di lapangan terpantau dengan baik, sekaligus mempercepat pengambilan langkah penanganan apabila kondisi memburuk,”tegas Serda Gede Puja Diarsa, Babinsa Bintaro.
Hingga saat ini, kegiatan pemantauan wilayah masih terus berlangsung. Aparat dan warga tetap siaga dilokasi rawan, sembari menunggu langkah lanjutan dari instansi terkait. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun di Kelurahan Bintaro menjadi bukti bahwa kekuatan sinergi lintas sektor mampu menjadi benteng awal dalam menghadapi ancaman bencana alam, khususnya diwilayah pesisir,”tandasnya.
(Orik / 002)






