LCN – Mataram, – Kota Mataram tidak memberikan ruang bagi siapa pun yang berniat mengusik kekhusyukan ibadah Ramadan tahun ini. Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., MH., secara tegas menginstruksikan seluruh jajarannya untuk “tancap gas” menjaga keamanan wilayah.
Bukan sekadar apel rutin, pengarahan yang digelar di Lapangan Polresta Mataram, Senin (23/02/2026) ini menjadi sinyal kuat bahwa kepolisian akan bertindak lebih represif terhadap aktivitas yang meresahkan warga.
Kapolresta Mataram Polda NTB, menyoroti fenomena “tradisi tahunan” yang kerap salah kaprah. Beliau memerintahkan deteksi dini dan tindakan tegas terhadap. Perang petasan dan mercon yang mengganggu tarawih maupun istirahat warga.
Aksi balap liar yang kerap menjamur dijam-jam rawan. Aktivitas adu panco hingga bermain bola di badan jalan yang menghambat mobilitas publik.
“Kita tidak ingin masyarakat yang sedang khusyuk beribadah terganggu oleh aksi-aksi konyol di jalanan. Seluruh personel harus disiplin! Kita pastikan Mataram aman tanpa kompromi,”tegas Kapolresta dihadapan ratusan personel.
Lupakan pola patroli biasa. Polresta Mataram kini menerapkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Artinya, frekuensi patroli akan berlipat ganda, terutama pada jam-jam krusial. Antisipasi macet dan kriminalitas jalanan.
Pengamanan rumah kosong dan lokasi ibadah, mencegah balap liar dan potensi tawuran remaja.
Hendro juga memberikan pesan menohok bagi para perwira. Ia menuntut para Kapolsek dan Pejabat Utama untuk turun langsung ke lapangan, bukan sekadar memberi perintah dari balik meja.
”Perwira harus jadi contoh. Jika pimpinannya disiplin, anggotanya akan militan dilapangan,”tambahnya.
Dengan pola pengamanan yang lebih ketat dan disiplin tinggi, Polresta Mataram Polda NTB, menargetkan angka gangguan kamtibmas menurun drastis selama Ramadan 2026, sehingga warga NTB, dapat merayakan bulan suci dengan kedamaian penuh,”tutupnya.
(Orik / 002)







