LCN – Mataram, – Perairan wisata internasional Gili Trawangan mendadak gempar. Bukan karena arus wisatawan, melainkan penemuan benda asing misterius (UUV/Drone Bawah Air) sepanjang 3,7 meter oleh seorang nelayan lokal, Senin (06/04/206). Penemuan ini memicu tanda tanya besar: Siapa pemiliknya dan apa misinya dibawah laut NTB?
“Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo. Mengungkapkn Haryanto (28), nelayan yang menjadi saksi kunci, menemukan benda “raksasa” tersebut terapung sekitar 10 mil dari daratan pada pukul 08.00 WITA.
Lokasi penemuan ini merupakan jalur krusial yang berdekatan dengan perairan internasional, meningkatkan kecurigaan akan adanya aktivitas pemetaan bawah air tanpa izin. Hanya dalam waktu dua jam, tim gabungan berhasil mengevakuasi benda berdiameter 65 cm tersebut ke daratan sebelum akhirnya dibawa ke Markas Komando Lanal Mataram dengan pengawalan ketat Polisi Militer.
Tim Gegana Polri telah memastikan objek ini bukanlah bom atau bahan peledak. Namun, dengan dimensi mencapai hampir 4 meter, benda ini diduga kuat merupakan perangkat teknologi bawah air tingkat tinggi yang memiliki fungsi navigasi, pemindaian.
Lebih lanjut, Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo menerangkn TNI AL kini bergerak cepat dengan berkoordinasi langsung ke Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) di Jakarta. Langkah ini diambil untuk membedah “isi” dan cara kerja benda tersebut guna memastikan apakah perangkat ini digunakan untuk riset ilegal atau spionase maritim.
Menanggapi temuan ini, pihak TNI Angkatan Laut mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka menegaskan Indonesia tidak akan memberikan toleransi (zero tolerance) terhadap perangkat bawah air yang menyusup ke wilayah NKRI tanpa izin resmi,”paparnya.
“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas tanpa izin, termasuk penggunaan perangkat bawah air oleh pihak yang tidak berkepentingan diwilayah laut kita,”tegas Dan Lanal Mataram.
Penemuan ini juga menjadi bukti nyata betapa krusialnya peran masyarakat pesisir. Keberanian Haryanto melaporkan anomali ini dianggap sebagai bentuk “Radar Manusia” yang efektif dalam menjaga keamanan nasional. TNI AL pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi namun tetap waspada terhadap benda asing yang bisa membahayakan navigasi internasional diperairan NTB.
Benda asing tersebut masih berada dalam pengawasan ketat untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim ahli maritim,”tutupnya.
(Orik / 002)








