LCN – Mataram, – Jangan mudah percaya pada ajakan orang tak dikenal, meski hanya sekadar membeli rokok. Sebuah drama pencurian motor (curanmor) dengan modus pengalihan perhatian baru saja dibongkar oleh Tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram Polda NTB, Sang eksekutor berinisial K, warga Lombok Tengah, tak berkutik saat dijemput paksa petugas dikediamannya, Jumat (27/03/2026).
Pencurian ini tergolong licin karena memanfaatkan celah psikologis korban disebuah kos-kosan kawasan Jalan Panji Anom, Pagutan.
Kasat Reskrim Polresta Mataram Polda NTB, AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., menyampaikan kejadian bermula pada 23 Maret lalu, saat seorang penghuni kos menitipkan motor Honda Beat miliknya kepada rekannya, Iqbal. Namun, ketenangan itu terusik ketika seorang penghuni lain bernama Andre datang membawa dua “tamu” tak diundang.
Salah satu rekan Andre, Dani, mulai melancarkan siasat. Ia terus-menerus memaksa Iqbal ikut keluar hanya untuk membeli rokok. Meski sempat menolak, Iqbal akhirnya luluh dan meninggalkan motor tersebut sejenak.
Disinilah petaka terjadi. Hanya dalam hitungan menit saat Iqbal lengah, terduga pelaku K diduga langsung menyikat motor korban dan menghilang tanpa jejak,”paparnya.
Lebih lanjut, I Made Dharma menegaskan pelaku mungkin mengira aksinya bersih, namun Tim Resmob Polresta Mataram Polda NTB, punya cara lain. Petugas langsung melakukan pelacakan digital dan lapangan secara intensif.“Tak butuh waktu lama bagi tim kami. Keberadaan terduga pelaku berhasil dilacak hingga ke wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Ia kami amankan bersama barang bukti motor milik korban yang sempat hilang,” tegas I Made Dharma.
Kini, petualangan K berakhir dibalik jeruji besi Mapolresta Mataram. Ia dijerat dengan Pasal 476 Undang – Undang No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) yang mengancam hari-harinya ke depan dengan hukuman setimpal.
Polresta Mataram Polda NTB, mengeluarkan peringatan keras bagi warga: Waspadai modus pengalihan perhatian! Kejahatan sering kali terjadi bukan karena ada niat saja, tapi karena kita dipaksa memberikan kesempatan oleh orang yang tampak “akrab,”tutupnya.
(Orik / 002)







