LCN – Pasuruan, – Matahari pagi yang hangat di Dusun Ngepreng, terdengar irama kerja yang ritmis suara genteng yang saling bertemu, campur aduk dengan tawa ringan dan arahan sesekali dari para prajurit. Itulah pemandangan dilokasi di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (01/03/2026).
Pembangunan rumah milik Bapak M. Yusron, salah satu dari belasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sedang direnovasi melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan.
Tahap krusial telah tiba pemasangan genteng mulai dilakukan. Atap yang dulu mungkin hanya terdiri dari seng bolong atau bahkan terbuka, kini perlahan tertutup rapat, menjanjikan perlindungan dari hujan dan panas bagi keluarga Yusron. Prajurit Satgas TMMD, dengan seragam loreng khas dan topi kamuflase, bahu-membahu bersama warga.
Ada yang mengangkat genteng dari tumpukan, ada yang menyusun dengan teliti diatas rangka kayu, sementara yang lain mengaduk adonan semen dibawah.
Momen kebersamaan prajurit muda saling menyodorkan genteng dalam posisi berdiri di atas dinding setengah jadi, tangan mereka penuh debu tapi penuh semangat. Di bagian bawah, dua prajurit lain membungkuk diatas gerobak dorong, mengolah campuran pasir dan semen, siap untuk tahap berikutnya.
Serda Hendriawan, salah seorang anggota Satgas TMMD, menyampaikan dengan nada bangga namun rendah hati, “Ini bukan sekadar membangun rumah, tapi membangun harapan. Kami melihat sendiri bagaimana keluarga Pak Yusron dulu tinggal ditempat yang rawan roboh dan bocor.
Sekarang, melihat progres pemasangan genteng ini, kami yakin sebentar lagi mereka bisa merasakan kenyamanan tinggal dirumah yang layak. Semua ini berkat gotong royong antara TNI dan masyarakat,”terangnya.
Bagi M. Yusron dan keluarganya, hari ini sebgai babak baru. Genteng yang mulai terpasang bukan hanya penutup atap, melainkan simbol bahwa ditengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli dan siap mengulurkan bantuan. Di Dusun Ngepreng, cerita harapan sedang ditulis dengan palu, semen, dan genteng satu per satu, hingga rumah itu benar-benar menjadi tempat berlindung yang aman dan nyaman,”tutupnya.
(Orik / 002)








