LCN – Mataram, – Lapangan Mapolresta Mataram mendadak hening saat Kombes Pol. Hendro Purwoko memberikan arahan tajam dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional, Rabu (18/02/2026). Bukan sekadar seremonial, momen ini menjadi ajang “bersih-bersih” mental bagi seluruh personel Polresta Mataram.
Dihadapan ratusan personel, Kapolresta Mataram Polda NTB, mengeluarkan pernyataan yang tidak main-main. Ia menegaskan tidak ada tempat bagi anggota yang “bermain-main” dengan aturan apalagi sampai mencoreng nama baik institusi.
Dalam Arahan Kapolresta:
Nol Toleransi bagi Pelanggar: Hendro menegaskan bahwa sanksi berat sesuai SOP menanti siapa saja yang berani melanggar hukum. Ini bukan sekadar ancaman, melainkan komitmen untuk menjaga kepercayaan publik.”Kedisiplinan sebagai fondasi utama. Tanpa itu, profesionalisme hanya omong kosong,” tegasnya.
Memasuki momentum Ramadan, seluruh jajaran diperintahkan untuk “tancap gas” mengintensifkan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) guna memastikan masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa gangguan Kamtibmas.
”Kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas. Ini bukan sekadar menghukum, tapi menjaga kehormatan Polri dimata masyarakat!.
Ditengah sorotan publik terhadap kinerja aparat, langkah berani Kapolresta Mataram Polda NTB, ini menjadi sinyal kuat bahwa Polresta Mataram sedang melakukan transformasi internal yang serius. Tidak hanya fokus pada pengamanan kota, tapi juga “pengamanan” perilaku internal anggotanya.
”Jaga marwah atau ditindak!” Begitulah pesan menohok Kombes Pol. Hendro Purwoko saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional pagi tadi. Gak cuma soal baris-berbaris, ini soal komitmen menjaga keamanan warga Mataram, apalagi dibulan Ramadan yang suci ini,”tutupnya.
(Orik / 002)






