Home / Berita TNI / Tembus Malam Demi Gabah, Ketulusan Babinsa Kawal Kesejahteraan Petani

Tembus Malam Demi Gabah, Ketulusan Babinsa Kawal Kesejahteraan Petani

LCN – Lombok Tengah – NTB, Wujud nyata kehadiran Babinsa jajaran Kodim 1620/Loteng dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional, melakukan pengawalan ketat terhadap proses penyerapan gabah petani oleh Bulog hingga malam hari diwilayah Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (26/03/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh hasil panen petani terserap secara maksimal oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) maupun mitra penggilingan padi. Selain itu, kehadiran Babinsa bertujuan untuk mencegah adanya praktik spekulan yang dapat merugikan petani di tengah musim panen raya.

Dandim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmudfin Rangkuti mengatakan, bahwa dedikasi anggotanya merupakan bagian dari instruksi komando atas untuk mendukung swasembada pangan dari pusat hingga ke daerah.

“Kami tidak ingin petani merasa sendirian. Tugas Babinsa adalah memastikan distribusi berjalan lancar, mulai dari sawah, proses penimbangan, hingga gabah masuk ke gudang penyimpanan, meski harus bekerja melampaui jam dinas,”tegas Dandim.

Dilapangan, terlihat Serma Sayuardi, Babinsa Sukadana Koramil 02/Pujut, masih setia mendampingi para petani melakukan bongkar muat gabah dibawah sorotan lampu kendaraan dan senter. Baginya, lelah tidak menjadi soal asalkan kesejahteraan petani terjaga dan stok pangan daerah tetap aman.

Amaq Dani Salah seorang kelompok petani (Poktan) karya mandiri, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Menurutnya, keberadaan Babinsa memberikan rasa aman dan mempercepat proses administrasi serta angkutan gabah dari sawah hingga ketempat gudang penampungan Bulog.

“Biasanya kami khawatir kalau kemalaman harga turun atau terkendala angkutan. Dengan dikawal Babinsa, semua jadi lebih tertib dan lancar tanpa kendala,”ujar Amaq Dani.

Melalui aksi nyata ini, TNI Kodim 1620/Loteng mempertegas perannya bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan disektor pertanian.

“Kawal penyerapan gabah dari pagi hingga malam adalah wujud loyalitas kami tanpa batas sebagai kunci stabilitas pangan didaerah,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *