LCN – Lombok Barat, – NTB, Hujan yang mengguyur Pulau Lombok selama tiga hari berturut-turut tak hanya membawa kesejukan, tetapi juga kewaspadaan. Mengantisipasi potensi luapan air dan dampak banjir, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Karang Bayan, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-08/Narmada Pelda (K) Nyoman Dewi Tri Ary Susanti turun langsung melakukan pengecekan debit air bersama Pekaseh/penjaga pintu air Karang Bayan, Hendi (40), Selasa (24/02/2026).
Babinsa tampak berdiri ditepi pintu air, memperhatikan arus yang mengalir deras. Sementara itu, Hendi, Pekaseh Karang Bayan dengan sigap menjelaskan kondisi terkini ketinggian air serta mekanisme buka-tutup pintu irigasi guna menjaga keseimbangan aliran ke area persawahan warga.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi banjir maupun kerusakan tanggul. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir dikhawatirkan dapat meningkatkan volume air secara signifikan, terutama pada saluran yang terhubung langsung dengan lahan pertanian dan permukiman masyarakat.
“Kami ingin memastikan debit air masih dalam batas aman dan pintu air berfungsi dengan baik. Koordinasi dengan penjaga pintu air sangat penting agar langkah antisipasi bisa segera dilakukan jika terjadi kenaikan volume air secara tiba-tiba,”ujar Babinsa, Pelda (K) Nyoman Dewi Tri Ary Susanti disela kegiatan.
Hendi, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam pemantauan tersebut. “Sinergi antara aparat kewilayahan dan pengelola irigasi sangat membantu dalam menjaga stabilitas aliran air, terutama saat cuaca ekstrem melanda,”ucapnya.
Kegiatan ini menjadi gambaran kepedulian aparat teritorial terhadap keselamatan warga binaan. Bukan sekadar memantau, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Dengan komunikasi yang terjalin baik dan langkah preventif yang dilakukan sejak dini, diharapkan potensi risiko dapat ditekan dan aktivitas warga tetap berjalan normal.
Langkah sederhana dipintu air itu menjadi simbol kewaspadaan bersama, menjaga alam berarti menjaga kehidupan,”tandasnya.
(Orik / 002)








