Home / Daerah / KETUA LEMBAGA PEMBERDAYAAN PURNA PMI NTB MELAKSANAKAN GRAND OPENING KUWOO COFEE & RESTO

KETUA LEMBAGA PEMBERDAYAAN PURNA PMI NTB MELAKSANAKAN GRAND OPENING KUWOO COFEE & RESTO

LCN, Lombok Timur – NTB, Grand Opening Cofee & Resto hadir menyapa masyarakat Paok Motong, Lombok Timur sebagai produk kuliner baru yang berlokasi tepatnya didepan Pom Bensin Paok Motong Minggu Sore (28/12/2025).

Acara ini dihadiri oleh puluhan purna PMI yang bekerja dibeberapa unit usaha yang dikembangkan Ketua Lembaga Pemberdayaan Purna PMI itu.

Owner Kuwoo Cofee & Resto tersebut mengatakan, hadirnya produk kuliner ini selain sebagai produk bisnis juga berfungsi sebagai wadah tempat training dan pelatihan bagi masyarakat purna PMI yang belum sejahtera untuk lebih dapat diberdayakan.

Jadi, menurut Ketua Lembaga Perberdayaan Purna PMI itu, kepeduliannya terhadap masyarakat purna PMI yang masih belum sejahtera secara ekonomi perlu mendapat perhatian.

Ia mengatakan bahwa masih banyak masyarakat purna PMI yang belum mendapatkan kehidupan yang layak setelah tidak lagi bekerja sebagai PMI.

Hal inilah yang membuka pikirannya untuk merekrut para purna PMI untuk membuat program pelatihan dan pemberdayaan.

“Saya melihat para purna PMI yang belum sejahtera selama ini belum banyak mendapat perhatian dari berbagai kalangan khususnya pemerintah. Mereka sangat layak diberi perhatian khusus dalam hal pelatihan dan pendampingan soft skill untuk memberdayakan mereka agar mampu hidup layak meski sudah menetap dikampung halamannya,”jelas Maryun.

Tokoh yang juga diamanahi sebagai ketua bidang pemberdayaan Yayasan Perlindungan TKI Sejahtera tersebut menyorot lembaga-lembaga diklat yang ada di Lombok Timur khususnya terkesan membuat program setengah hati.

Pasalnya Out Put dari diklat-diklat yang dilakukan seperti BLK yang ada tidak maksimal, malah menurut Maryun BLK yang ada hanya sekedar mencairkan program tanpa adanya pembinaan dan menciptakan ekosistem pendukung setelah mereka lulus dari diklat.

“Wadah pelatihan yang ada seperti BLK Lenek hanya sekedar menurunkan dan mencairkan program, tidak ada tindak lanjut dalam bentuk pembinaan terhadap peserta, “kesalnya.

Jadi menurut Maryun, Inisiatifnya untuk mengembangkan resto dan bisnis kuliner akan memiliki dampak sosial terhadap para purna PMI yang akan mendapat pelatihan dan pembinaan berdasarkan kecendrungan masing-masing.

Jika masyarakat purna PMI memiliki kecenderungan dalam bidang kuliner, maka Kuwoo Cofee & Resto yang di-launcing hari ini yang berada di Jalan Raya Paok Motong atau lebih tepatnya didepan Pom Bensin itu akan menjadi salah satu tempat pelatihan mereka.

“Karena saya Ownernya sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Purna PMI ya Resto ini akan menjadi tempat pelatihan usaha kuliner pagi para mantan PMI,”jelasnya.

Menurut Maryun, program yang ia garap ini memang belum ada yang melakukannya, selama ini lebih banyak program Pra-PMI. Artinya, apa yang dilakukan oleh kebanyak lembaga pelatihan PMI lebih cenderung pada pelatihan Pra kerja, masih belum tersentuh program pelatihan dan pembinaan pasca atau purna PMI.

Padahal menurutnya pembinaan pasca PMI juga penting untuk keberlanjutan kemandirian para purna PMI. “Kan pemberdayaan bagi purna PMI ini juga jauh lebih penting, tapi ini khusus bagi PMI yang dalam kategori gagal,”tutupnya.

(BUDI (LCN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *