LCN – Lombok Barat, – NTB, Kepedulian aparat teritorial kembali terasa nyata saat bencana banjir melanda Perumahan Bhayangkara Resident, Dusun Dasan Geres, Desa Ranjok, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Disaat sebagian besar warga masih terlelap, air sungai yang meluap perlahan memasuki kawasan permukiman dan merendam rumah warga hingga setinggi sekitar setengah meter, Rabu (21/01/2026) dini hari.
Banjir terjadi sekitar pukul 03.30 WITA akibat meningkatnya debit aliran sungai menyusul curah hujan yang cukup tinggi. Luapan air masuk melalui pipa bak kontrol, menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak dan memaksa sebagian penghuni untuk segera menyelamatkan diri.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ranjok, Komando Raron Militer (Koramil) 1606-07/Gunungsari, Serda Birul Wali Hakim, bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga. Dengan menyusuri area perumahan yang masih tergenang, Babinsa melakukan monitoring langsung sekaligus memastikan kondisi warga dalam keadaan aman.
Ditengah situasi darurat tersebut, warga yang terdampak sementara mengungsi di Masjid Bhayangkara Resident yang dijadikan tempat pengungsian darurat. Kehadiran Babinsa bersama perangkat Desa memberikan rasa aman dan ketenangan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta warga yang terdampak langsung banjir.
“Kami fokus memastikan keselamatan warga. Untuk saat ini tidak ada korban jiwa dan kondisi air sudah mulai surut,”ujar Babinsa disela kegiatan monitoring.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Babinsa berkoordinasi bersama Kepala Dusun Dasan Geres dan Ketua RT Perumahan Bhayangkara Resident guna memantau perkembangan situasi serta melakukan pendataan dampak banjir. Sinergi antara aparat kewilayahan dan perangkat desa menjadi kunci dalam penanganan awal bencana.
Hingga pagi hari, kondisi air dilaporkan berangsur surut, menyisakan genangan dibeberapa bahu jalan dalam kawasan perumahan. Secara umum situasi terpantau aman dan terkendali, meskipun kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi hujan susulan diwilayah tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Koramil 1606-07/Gunungsari mengimbau kepada seluruh warga Desa Ranjok, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan rawan banjir, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan air. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau Babinsa apabila terjadi peningkatan debit air yang membahayakan, serta mengamankan barang-barang berharga dan instalasi listrik untuk mencegah risiko korsleting. Keselamatan jiwa diharapkan tetap menjadi prioritas utama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam memberikan perlindungan dan rasa aman, khususnya saat masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam,”tandasnya.
(Orik / 002)






