LCN – Samatiga – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap fasilitas umum kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI diwilayah Koramil 09/Samatiga. Koptu Usuluddin Anggita, Babinsa Desa Gampong Teugoh, bersama aparatur Desa setempat melaksanakan kegiatan gotong royong pengecatan kantor Desa sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sarana pelayanan masyarakat. Minggu (25/01/2026)
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini diwarnai suasana penuh kekeluargaan. Babinsa bersama perangkat desa bahu-membahu memegang kuas, mencampur cat, dan memperindah dinding kantor desa. Kehadiran Koptu Usuluddin Anggita tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai motor penggerak yang memberi semangat kepada warga untuk menjaga dan merawat fasilitas Desa.
“Sebagai Babinsa, kami selalu siap mendukung kegiatan masyarakat. Kantor desa adalah pusat pelayanan publik, sehingga harus terlihat rapi dan nyaman. Dengan gotong royong, pekerjaan terasa ringan dan hasilnya lebih maksimal,”ujar Koptu Usuluddin disela-sela kegiatan.
Kepala Desa Gampong Teugoh menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran TNI ditengah masyarakat memberikan motivasi tersendiri. “Kami berterima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir mendampingi masyarakat. Pengecatan kantor Desa ini bukan hanya memperindah bangunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat, “ungkapnya.
Dengan wajah baru kantor desa yang lebih bersih dan cerah, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin nyaman. Kantor desa bukan sekadar bangunan, melainkan pusat interaksi antara pemerintah Desa dan warga. Perbaikan tampilan fisik akan meningkatkan semangat kerja aparatur Desa sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap fasilitas yang mereka miliki.
Kemanunggalan TNI-Rakyat
Kegiatan ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dipupuk melalui aksi nyata di lapangan. Gotong royong pengecatan kantor desa menjadi bukti bahwa TNI selalu hadir mendukung pembangunan Desa, menjaga kebersamaan, dan memperkuat persatuan,”pungkasnya.
(Orik / 002)






