Home / Berita TNI / Dari Ember Ke Ember, Tim Satgas TMMD Kodim 0105/Abar Bersama Masyarakat Estafet Adu Tenaga Sempurnakan Pengecoran Tiang Wingwall

Dari Ember Ke Ember, Tim Satgas TMMD Kodim 0105/Abar Bersama Masyarakat Estafet Adu Tenaga Sempurnakan Pengecoran Tiang Wingwall

LCN – Aceh Barat – Bahu membahu dalam irama, gotong royong mengalir tanpa henti. Personel Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Abar bersama masyarakat melaksanakan pengecoran tiang wingwall secara estafet demi menghadirkan jalan yang kokoh bagi warga Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Senin (23/02/2026).

Dengan metode sederhana namun penuh semangat, adukan semen dipindahkan dari ember ke ember secara bergiliran. Sistem estafet ini menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan alat dan medan yang cukup menantang. Tanpa mengenal lelah, Personel Satgas TMMD dan warga saling mengisi posisi, memastikan proses pengecoran berjalan lancar hingga tuntas.

Kekompakan dan kebersamaan menjadi kunci utama sehingga pekerjaan berat terasa lebih ringan. Irama gerakan yang selaras mencerminkan kuatnya Kemanunggalan TNI dengan Rakyat dalam menyukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Letkol Inf S. Kembaren,S.E.,M.I.P.,CFrA., menjelaskan bahwa sistem estafet dipilih agar proses pengecoran lebih cepat, tepat dan merata.

“Lewat sistem estafet ini, pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Selain mempercepat proses pengecoran, cara ini juga mempererat kebersamaan antara Personel Satgas TMMD dan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, hasilnya tentu akan lebih maksimal, optimal dan berkualitas,”beber Dansatgas

Dansatgas menambahkan bahwa tiang wingwall memiliki peran penting dalam menopang struktur jalan agar tetap stabil dan tidak mudah tergerus. Karena itu, pengecoran dilakukan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan konstruksi yang kuat dan tahan lama.

Dari ember ke ember, keringat yang mengalir menjadi bukti nyata pengabdian. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Satgas TMMD Reguler ke-127 bersama masyarakat menjadi simbol bahwa pembangunan desa bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan wujud nyata kepedulian TNI AD yang selalu hadir dan bekerja untuk rakyat, sehingga muaranya TNI AD selalu dihati rakyat,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *