Home / Berita TNI / Babinsa Jajaran Kodim 1620/Loteng Kawal Serapan Gabah Petani Selama Bulan Ramadhan

Babinsa Jajaran Kodim 1620/Loteng Kawal Serapan Gabah Petani Selama Bulan Ramadhan

LCN – Lombok Tengah – NTB, Babinsa jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah melakukan pengawalan terhadap proses penyerapan gabah hasil panen petani yang dibeli langsung oleh Bulog diwilayah Kabupaten Lombok Tengah, Kamis 05/03/2026.

Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas stok pangan dan kelancaran distribusi serapan gabah milik petani oleh Bulog selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga ke gudang penyimpanan Bulog.

Dandim 1620/Lombok Tengah Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam memantau hasil panen merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Tidak hanya sekadar memantau, Babinsa terjun langsung ke sawah dan tempat penggilingan padi untuk memastikan gabah petani ini terserap dengan harga yang sesuai dan tepat sasaran dan terserap dengan baik.

Selain itu, kegiatan ini difokuskan pada pendampingan petani mulai dari proses pemanenan hingga distribusi ke gudang-gudang penampungan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir praktik spekulasi harga yang sering kali muncul di tengah tingginya permintaan kebutuhan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“Kami ingin memastikan bahwa jerih payah petani terbayar dengan harga yang layak, sekaligus menjamin bahwa pasokan beras di wilayah Lombok Tengah tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa,”ujar Dandim 1620/Loteng.

Kolaborasi dengan Instansi Terkait
Dalam pelaksanaannya, Kodim 1620/Loteng terus bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat.

Babinsa juga memberikan edukasi kepada kelompok tani mengenai standar kualitas gabah yang baik agar memenuhi kualifikasi serapan pasar maupun cadangan pangan pemerintah.

Respon positif datang dari para petani yang merasa terbantu dengan kehadiran TNI di lapangan, untuk melakukan pengawalan dan memberikan rasa aman bagi petani dari potensi permainan tengkulak yang merugikan.

“Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan kedaulatan pangan ditingkat daerah dapat terus terjaga secara berkelanjutan, “tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *