LCN – Mataram, – Kota Mataram benar-benar “pecah” malam ini. Ribuan warga tumpah ruah ke jalanan untuk merayakan kemenangan dalam pawai malam takbiran menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Namun, di balik kemeriahan yang menggelegar, ada skenario pengamanan “besi” yang memastikan ibu kota NTB, ini tetap kondusif, Jumat malam (20/03/2026),
Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko bersama jajaran petinggi Forkopimda NTB, mulai dari Gubernur hingga Kapolda, terjun langsung menyisir titik-titik keramaian. Bukan sekadar memantau, mereka memastikan bahwa sistem pengamanan terpusat ditiap kecamatan berjalan tanpa celah.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2026 ini Polresta Mataram Polda NTB, menerapkan strategi pengamanan yang lebih taktis. Dengan massa yang menembus angka 10.000 orang disetiap kecamatan, konsentrasi pengamanan tidak lagi menyebar liar, melainkan dipusatkan per wilayah.
”Kami mengerahkan 973 personel gabungan. Dari Brimob hingga Satpol PP, semua ditempatkan dibawah kendali Perwira Pengendali (Padal) ditiap kecamatan. Tujuannya satu: masyarakat aman, nyaman, dan takbiran tetap khidmat,”tegas Kombes Pol. Hendro Purwoko.
Laporan dari jantung Kota Mataram menunjukkan bahwa koordinasi pusat dan daerah berada dalam satu komando yang solid untuk menjaga stabilitas keamanan nasional dimalam puncak perayaan ini.
Hingga pukul 23:00 WITA, saat gema takbir masih bersahut-sahutan dipenjuru kota, situasi terpantau sangat kondusif. Meski puluhan kafilah masih melangsungkan pawai, arus massa terkendali berkat penjagaan ketat aparat dilapangan.
Kapolresta Mataram Polda NTB, berharap suasana sejuk ini bertahan hingga pelaksanaan Shalat Id esok pagi. “Seluruh langkah pengamanan ini adalah bentuk pelayanan kami agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan sukacita tanpa gangguan kamtibmas sedikit pun, “pungkasnya.
(Orik / 002)







