Home / Berita TNI / Di Antara Genangan dan Harapan, Babinsa Petamanan Evakuasi Warga di Tengah Banjir

Di Antara Genangan dan Harapan, Babinsa Petamanan Evakuasi Warga di Tengah Banjir

Pasuruan, – Hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi, Selasa, 24/03/2026, meninggalkan duka sekaligus ujian bagi warga Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Air yang semula hanya menggenang perlahan berubah menjadi luapan yang tak terbendung, merendam permukiman warga di RW 01, RW 02, dan RW 03.

Banjir ini terjadi akibat kombinasi dari tingginya curah hujan serta kiriman air dari Sungai Welang yang melintas diwilayah tersebut. Kondisi semakin diperparah oleh pasang air laut, yang membuat aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar menuju hilir. Akibatnya, air meluap masuk ke rumah-rumah warga, membawa kekhawatiran dan kepanikan ditengah masyarakat.

Ditengah situasi yang penuh kecemasan itu, hadir sosok yang menjadi penopang harapan. Sertu Lalu, Babinsa Kelurahan Petamanan dari Koramil 0819/25 Gadingrejo, turun langsung ke lokasi terdampak. Dengan penuh kepedulian dan tanpa ragu, ia membantu proses evakuasi warga yang terjebak genangan air.

Pemandangan haru pun tak terelakkan. Sertu Lalu terlihat menggendong balita dan menuntun para lansia melewati genangan air yang cukup tinggi. Langkahnya mantap, meski medan yang dilalui penuh risiko. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa ditengah bencana, kemanusiaan tetap menjadi yang utama.

Sertu Lalu menyampaikan,
“Kami sebagai aparat kewilayahan memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih saat kondisi darurat seperti ini. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami akan terus membantu evakuasi dan memastikan warga berada ditempat yang aman hingga kondisi kembali normal.

Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dan debit air sungai yang belum sepenuhnya stabil.

Banjir ini bukan hanya tentang genangan air, tetapi tentang ketangguhan dan kebersamaan. Di antara derasnya arus dan genangan yang mengurung, terselip kisah kepedulian, pengorbanan, dan harapan bahwa setiap kesulitan akan selalu menemukan jalan menuju pemulihan,”tutupnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *