Home / Berita POLRI / Kabar Sejuk! Harga “Minyak Kita” di NTB Jinak, Satgas Pangan Pasang Mata 24 Jam

Kabar Sejuk! Harga “Minyak Kita” di NTB Jinak, Satgas Pangan Pasang Mata 24 Jam

LCN – Mataram, – Ditengah fluktuasi harga kebutuhan pokok diberbagai daerah, kabar segar datang dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda NTB, memastikan stok minyak goreng bersubsidi, “Minyak Kita”, tidak hanya tersedia melimpah, tetapi juga dijual dengan harga yang sangat bersahabat bagi kantong masyarakat.

Berdasarkan hasil gerilya lapangan yang dipimpin langsung oleh Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, ditemukan fakta menarik: harga “Minyak Kita” ditingkat ritel saat ini masih konsisten merangkak di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. FX Endriadi, S.I.K., melalui Kasubdit I Indagsi, Kompol Moh. Nasrulloh, S.I.K., menegaskan kondisi ini bukan hasil kebetulan. Pihaknya terus memperketat rantai distribusi agar tidak ada celah bagi “pemain” nakal.

“Kami menyisir dari hulu ke hilir. Mulai dari distributor tingkat pertama, kedua, hingga ke meja pedagang ritel. Hasil pemantauan beberapa hari terakhir menunjukkan harga masih sangat stabil, bahkan banyak yang dibawah HET,”ungkap Kompol Nasrulloh, Jumat (24/04/2026).

Meski harga saat ini relatif aman, Satgas Pangan tidak lantas mengendurkan pengawasan. Kompol Nasrulloh mengisyaratkan tindakan tegas akan diambil jika ditemukan praktik penyelewengan yang merugikan publik.

“Fungsi kami tidak hanya mengawasi, tapi juga membina. Pelaku usaha, kami ingatkan untuk patuh dan masyarakat kami edukasi agar tetap cermat. Jangan sampai ada ruang untuk spekulasi harga,”tegasnya.

Satgas Pangan Polres/ta diseluruh NTB, bergerak serentak melakukan pemantauan rutin. Harga Terkendali, Realita pasar menunjukkan harga masih dibawah angka psikologis Rp15.700/liter.

Komitmen Keamanan Pangan, Satgas menjamin tidak akan ada kelangkaan stok dalam waktu dekat. Upaya intensif dari Polda NTB, ini diharapkan menjadi jaminan bagi warga Bumi Gora, stabilitas pangan tetap terjaga, memberikan rasa tenang ditengah dinamika ekonomi nasional.

Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *