LCN – Mataram, – Ada yang berbeda dari atmosfer Lapangan Apel Mapolresta Mataram, Rabu pagi (20/05/2026). Dibawah langit cerah, peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tidak sekadar menjadi ritual seremonial berbaris, melainkan sebuah refleksi besar tentang arah perjuangan bangsa diera kecerdasan buatan dan keterbukaan informasi.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., MH., menyampaikan amanat menghentak dihadapan seluruh jajaran Pejabat Utama, perwira, bintara, tamtama, hingga ASN Polri. Ia menegaskan musuh dan medan pertempuran Indonesia hari ini telah berubah total.
“Jika dahulu para pendiri bangsa diera Boedi Oetomo 1908 berjuang memanggul senjata dan melawan fisik, hari ini medan pertempuran kita telah bergeser. Tantangan nyata bangsa ini adalah penguasaan informasi, teknologi, dan akselerasi transformasi digital,”tegas Kombes Pol. Hendro Purwoko.
Mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Kapolresta menyoroti bahwa kedaulatan bangsa dimasa depan sangat bergantung pada bagaimana instansi keamanan dan masyarakat melindungi generasi muda saat ini dari berbagai ancaman modern.
Diera digital, ancaman tidak lagi berupa invasi militer, melainkan infiltrasi budaya negatif, judi online, narkoba, hingga radikalisme yang mengincar anak-anak muda melalui gawai mereka. Oleh karena itu, Polri dituntut untuk tidak hanya menjadi penjaga keamanan fisik, tetapi juga benteng moral dan digital bagi generasi penerus.
Menghadapi lanskap kejahatan yang makin canggih, Kombes Pol. Hendro Purwoko meminta seluruh personel Polresta Mataram untuk segera “naik kelas” dalam hal literasi teknologi.
Ia tidak ingin ada anggotanya yang gagap teknologi (gaptek) ditengah maraknya ancaman kejahatan siber (cybercriminial). Namun, ia juga memberikan catatan tebal mengenai penegakan hukum yang beretika. Mampu melakukan pencegahan, mitigasi, hingga penindakan kejahatan siber secara taktis. Sekalipun berhadapan dengan teknologi dan dunia maya, penegakan hukum tidak boleh mengabaikan hak asasi manusia.
Pelayanan Humanis: Kepercayaan publik adalah modal utama, sehingga kehadiran Polisi ditengah masyarakat harus tetap terasa ramah, profesional dan berkeadilan.
Diakhir amanatnya yang disambut khidmat oleh seluruh peserta upacara, Kapolresta Mataram Polda NTB, mengingatkan Polri tidak bisa berjalan sendirian diera yang serba cepat ini.
“Tidak ada kebangkitan tanpa kolaborasi. Kita harus menutup rapat-rapat ego sektoral. Sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat sebagai kunci utama untuk membawa Indonesia melompat maju,”pungkasnya.
Upacara Harkitnas 2026 di Polresta Mataram sukses digelar. Dibalik barisan yang rapi, ada komitmen baru yang dibawa pulang oleh setiap personel, bangkit, Beradaptasi dan menjaga Kedaulatan Digital Indonesia,”tandasnya.
(Orik / 002)







