LCN – Lombok Utara, – Halaman SMPN 1 Bayan mendadak riuh Jumat pagi (29/05/2026) pukul 09.00 WITA. Sejumlah personel Satlantas Polres Lombok Utara Polda NTB, tiba-tiba datang dan langsung “mengepung” para siswa. Namun, alih-alih tegang, ketakutan karena mengira ada razia, ratusan murid justru menyambut mereka dengan gelak tawa dan antusiasme tinggi.
Ternyata, kehadiran para aparat berseragam cokelat ini bukan untuk menilang, melainkan untuk menyulap halaman sekolah menjadi “Kelas Jalanan” yang seru melalui program Polisi Sahabat Pelajar.
Dalam sesi yang interaktif ini, polisi menanamkan empat poin penting yang wajib dipahami para remaja:
Rambu Itu Pelindung, Bukan Pajangan: Setiap rambu dibuat dengan nyawa sebagai taruhannya. Melanggarnya sama saja dengan menantang bahaya.
Helm berfungsi menyelamatkan nyawa, bukan sekadar aksesori agar terlihat keren atau pelindung dari tilangan. “Ingat, kepala retak tidak ada onderdil penggantinya!” seloroh salah satu petugas.
Mengejar adrenalin dijalan raya tidak hanya mempertaruhkan nyawa sendiri dan orang lain, tapi juga siap-siap dihadiahi catatan hukum yang panjang.
Menghormati sesama pengguna jalan. Rumusnya sederhana: Jaga jarak aman, fokus penuh, dan simpan HP didalam saku selama berkendara.
Suasana semakin “panas” dan hidup saat sesi diskusi dibuka. Para siswa saling berebut mikrofon untuk mencurahkan rasa penasaran mereka.
Bukan pertanyaan teoritis, mereka justru mencecar polisi dengan kondisi riil dilapangan. Mulai dari trik menghadapi tikungan dan jalan licin diarea Bayan, aturan ketat tentang knalpot brong, hingga bahaya laten boncengan tiga (cenglu) yang marak dikalangan remaja.
“Kecelakaan itu tidak pernah memilih umur. Kami ingin menanamkan pola pikir sejak dini bahwa tertib itu keren. Harapannya, saat mereka sudah cukup umur untuk memegang stang motor nanti, etika berkendara ini sudah mendarat dihati dan jadi kebiasaan,”ujar salah satu perwakilan Satlantas Polres Lombok Utara.
Edukasi kreatif seperti ini menjadi oase segar agar para generasi muda tidak sekadar tahu hukum, tapi sadar bahwa keselamatan dijalan raya selalu dimulai dari diri sendiri,”tandasnya.
(Orik / 002)








