LCN – Mataram, – Kawasan Bumi Pagutan Permai, Kelurahan Pagutan, mendadak ramai sejak Sabtu pagi (13/06/2026). Ratusan warga tampak antusias mengantre, bukan untuk operasi pasar, pembagian sembako, melainkan untuk memanfaatkan layanan medis cuma-cuma dalam gelaran Bakti Kesehatan Gratis yang diinisiasi oleh Polresta Mataram Polda NTB.
Aksi nyata “jemput bola” ini digelar khusus dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Polresta Mataram bersama jajaran Polsek membuktikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung yang peduli pada urusan urat nadi kesehatan warga.
Sejak fajar menyingsing, tim medis dari Polresta Mataram Polda NTB, sudah siap siaga. Berbagai pelayanan kesehatan yang biasanya memakan biaya dan waktu antre lama difasilitas umum, kini dihadirkan langsung didekat pemukiman warga.
Pelayanan yang diberikan meliputi, yakni Pemeriksaan Kesehatan Umum dan Deteksi Dini, Konsultasi Medis Langsung dengan Dokter, Pengobatan Penyakit Ringan secara Instan dan Pembagian Vitamin Gratis untuk mendongkrak imun tubuh masyarakat.
Langkah ini dirasakan sangat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan meluangkan waktu, biaya untuk melakukan kontrol kesehatan secara rutin.
Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., MH., melalui Kasi Humas IPTU Edy Sutrisno, menegaskan momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini dijadikan pijakan untuk memperluas aksi sosial yang berdampak langsung.
“Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polresta Mataram menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, bakti religi, bantuan sosial, termasuk yang saat ini dilaksanakan yakni bakti kesehatan,”ujar IPTU Edy Sutrisno dilokasi kegiatan.
IPTU Edy juga menambahkan target utama dari operasi kesehatan ini adalah memastikan masyarakat lapis bawah mendapatkan hak akses medis yang layak tanpa dibebani biaya sepeser pun.
“Layanan ini kami berikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus wujud pengabdian dan pelayanan Polri kepada masyarakat,”tegasnya.
Melalui strategi pendekatan humanis seperti ini, Polresta Mataram berhasil meruntuhkan sekat pembatas antara aparat keamanan dan sipil. Kehadiran personel dilapangan yang membaur dengan warga tidak hanya menyembuhkan penyakit fisik, tetapi juga efektif mempererat hubungan emosional serta mendongkrak kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi korps baju cokelat tersebut.
Dengan semangat pengabdian tanpa batas pada usia yang ke-80 ini, aksi sosial Polresta Mataram diharapkan menjadi pemantik bagi peningkatan kualitas hidup dan kesehatan yang lebih merata diwilayah Kota Mataram dan sekitarnya,”tandasnya.
(Orik / 002)








