LCN – Lombok Tengah – NTB, Guna mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, Koramil 1620-05/Janapria menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) kreatif, melalui acara Nonton Bareng (Nobar), Bola Gembira Piala Dunia, Jumat (26/06/2026).
Acara nobar yang berlangsung semarak ini dihadiri oleh puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga pencinta sepak bola lokal. Suasana keakraban begitu terasa saat sorak-sorai penonton pecah menyambut jalannya pertandingan sengit dilayar kaca.
Danramil 1620-05/Janapria Kapten Inf Wage Rudolf S menyampaikan, bahwa Komsos kreatif ini sengaja memanfaatkan momentum demam Piala Dunia 2026 sebagai sarana universal untuk mencairkan sekat antara aparat keamanan dan warga.
“Sepak bola adalah bahasa universal yang disukai semua kalangan. Lewat momentum Piala Dunia 2026 ini, kami ingin membangun ruang komunikasi yang santai, gembira, namun tetap sarat makna dalam menjaga kondusifitas wilayah,”ujar Kapten Inf Wage.
Selain menyuguhkan tontonan gratis, Koramil Janapria juga menyediakan aneka kudapan tradisional dan kopi hangat untuk menambah kehangatan suasana. Nobar ini tidak hanya menjadi hiburan melepas penat bagi warga, tetapi juga menjadi wadah efektif bagi Babinsa untuk menyerap aspirasi serta mendengar langsung situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa binaan masing-masing.
“Melalui Nobar Bola Gembira ini, Koramil 1620-05/Janapria membuktikan bahwa kedekatan TNI dan rakyat dapat dirajut melalui hal-hal sederhana yang menyentuh hati serta sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat, “terangnya.
Selain itu, warga pun mengapresiasi inisiatif ini dan berharap agenda kebersamaan serupa dapat terus digalakkan demi menjaga kemanunggalan TNI-Rakyat diwilayah Janapria dengan pemanfaatan momentun global euforia Piala Dunia 2026 secara cerdas sebagai jembatan komunikasi sosial yang adaptif dan modern.
“Konsep Bola Gembira ini mengemas Komsos dalam bentuk hiburan yang cair dan merakyat, membuang kesan kaku antara aparat dan warga, sebagai Deteksi Dini berbasis komunitas dengan memanfaatkan kumpul warga untuk berdiskusi santai mengenai situasi Kamtibmas secara persuasif,” tandasnya.
(Orik / 002)








