Home / Daerah / Resep Mencetak Pemimpin Dunia dari Masbagik: Kolaborasi Pemkab dan Pemprov NTB Perkuat Pendidikan Pesantren

Resep Mencetak Pemimpin Dunia dari Masbagik: Kolaborasi Pemkab dan Pemprov NTB Perkuat Pendidikan Pesantren

LCN – Lombok Timur, – NTB, Kesederhanaan bukan lagi tembok pembatas untuk melahirkan calon pemimpin bangsa berkelas dunia. Pesan kuat inilah yang mengemuka dalam puncak peringatan Harlah ke-39 sekaligus Haul Pendiri Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni di MTs Al-Ijtihad Danger, Kecamatan Masbagik, Sabtu (25/07/2026).

Suasana khidmat dan penuh semangat membuncah saat dua pimpinan daerah—Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal serta Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, hadir bersama ditengah ribuan santri dan tokoh masyarakat.

“Mengokohkan Iktikad, Menguatkan Ijtihad”, momen ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dalam menyokong pendidikan berbasis pesantren.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa kontribusi pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, Pondok Pesantren Al-Ijtihad Al-Mahsuni telah membuktikan keikhlasan dan dedikasi luar biasa dalam mencetak santri-santriwati yang berprestasi, tak hanya dikancah daerah dan nasional, tetapi hingga ke level internasional.

“Jasa para guru, ustadz, dan pengasuh pesantren sangat besar dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak. Pemerintah daerah akan terus hadir mendukung langkah mulia ini,”ujar Bupati Haerul Warisin.

Sebagai wujud komitmen konkret, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara resmi menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp50 juta guna mengakselerasi pengembangan sarana dan kualitas pendidikan di Yayasan Al-Ijtihad Al-Mahsuni.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal menekankan lingkungan pesantren memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki sistem pendidikan lain: kekuatan akhlak dan nilai keislaman sebagai kompas hidup.

Gubernur mengingatkan sejarah telah mencatat lahirnya tokoh-tokoh besar bangsa dari rahim pesantren. Keterbatasan sarana justru menempa mental para santri menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah goyah.

“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Nilai inilah yang menjadi kompas utama santri agar tetap istiqamah,”kutip Gubernur menanamkan fondasi ketulusan dalam beribadah dan mengabdi.

Diakhir arahannya, Gubernur memberikan petuah tajam dan aplikatif bagi seluruh santri yang ingin menembus gerbang kesuksesan dimasa depan,

Fokus Beribadah. Jangan biarkan fokus terpecah oleh hal-hal sepele yang melalaikan. Kuatkan Kepedulian, Jaga semangat tolong-menolong dalam setiap kebaikan. Mulia dengan Bakti, Jadilah anak yang senantiasa berbakti dan menghormati kedua orang tua.

Peringatan Harlah ke-39 ini bukan sekadar perayaan rutin tahunan, melainkan momentum pembuktian bahwa pesantren di Lombok Timur siap terus melahirkan generasi unggul yang siap bersaing secara global tanpa kehilangan akar spiritualnya,”tutupnya.

 

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *