Home / Daerah / Momen Emosional Bupati Lotim di HUT ke-79 NWDI Perian: “Tanpa Pesantren, Pendidikan Lombok Timur Bisa Lumpuh!”

Momen Emosional Bupati Lotim di HUT ke-79 NWDI Perian: “Tanpa Pesantren, Pendidikan Lombok Timur Bisa Lumpuh!”

LCN – Lombok Timur, – NTB, Sebuah pengakuan jujur dan tak biasa terlontar dari Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Dihadapan ribuan santri dan tokoh masyarakat, ia blak-blakan menyebut pemerintah daerah sangat bergantung pada peran pondok pesantren swasta dalam menopang dunia pendidikan lokal.

“Coba kita bayangkan, kalau tidak ada Al-Maghfurullah, Tuan Guru, kakek kita di Pancor, seberat apa beban pendidikan di Lombok Timur? Berat sekali! Ke mana anak-anak kita akan bersekolah?,”tegas Bupati dengan nada emosional saat menghadiri Peringatan HUT ke-79 Pondok Pesantren Darul Muttaqien NWDI Perian, yang dirangkaikan dengan Haul ke-18 sang pendiri, TGH. Ma’shum Qasim.

Apresiasi tinggi ini bukan tanpa alasan. Tahun ini saja, Ponpes Darul Muttaqien NWDI Perian menampung lebih dari 1.400 santri. Angka fantastis yang membuktikan betapa besarnya kontribusi swasta dalam menyerap ribuan generasi muda agar tidak putus sekolah.

Tak sekadar datang membawa pujian, Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati H. Moh Edwin Hadiwijaya ini membawa angin segar bagi para santri. Mengagumi gemblengan karakter pesantren yang menanamkan kesederhanaan sekaligus mutu akademik tinggi.

Bupati menantang para santri untuk bersaing masuk ke Sekolah Garuda, sebuah proyek sekolah unggulan nasional yang telah resmi mendapat green light dari Pemerintah Pusat untuk dibangun di Lombok Timur.

“Santri pesantren punya nilai plus, cerdas secara akademis dan tangguh secara mental. Kita ingin lulusan dari sini mengisi ruang-ruang di Sekolah Garuda nanti,”ungkapnya optimistis.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan lembaga pendidikan berjuang sendirian. Selain menjanjikan dukungan fisik dan kualitas bagi Ponpes Darul Muttaqien, Pemda Lotim saat ini juga tengah menggenjot proyek Sekolah Rakyat.

Fasilitas ini disiapkan khusus sebagai ‘jaring pengaman’ bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa menikmati pendidikan berkualitas secara gratis. Saat ini, aktivitas belajar-mengajar Sekolah Rakyat dipusatkan sementara di BPVP Lombok Timur dan eks-gedung Akper.

Acara peringatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Besar NWDI, TGH. Zainul Majdi (TGB), jajaran Forkopimda Lombok Timur, serta Camat setempat, menegaskan kuatnya sinergi antara ulama dan umara di Lombok Timur.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *