LCN – Lombok Timur, – NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memperhatikan nasib para pekerja rentan diakar rumput. Mulai dari marbot masjid, guru ngaji, hingga ketua RT dan kepala lingkungan, kini secara bertahap resmi dilindungi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui alokasi dana zakat Tahun Anggaran 2026.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan Penandatanganan Surat Keputusan Penerima Bantuan Iuran Kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, Jumat (14/08/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menekankan bahwa peran para abdi masyarakat ini sangat vital dan sarat risiko, namun selama ini minim perlindungan. Lombok Timur sendiri diyakini memiliki jumlah marbot terbanyak di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kalau misalnya marbot, berapa sih gaji atau upah yang mereka terima? Ketika meninggal dunia, tidak ada gaji pensiunnya. Nah, jaminan sosial ini hadir sebagai ‘gaji pensiun’ mereka. Pensiun hilang napas, ya hilang napas itu jadi pensiunnya,”ujar Bupati dengan nada menyentuh.
Ia menambahkan, selain marbot yang melayani rumah ibadah, guru ngaji memegang peran mulia membentengi moral generasi muda. Begitu pula ketua RT dan kepala lingkungan yang menjadi ujung tombak menjaga ketertiban umum ditengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, melaporkan pada tahap awal ini sebanyak 1.087 pekerja rentan telah terdaftar sebagai penerima manfaat.
Rinciannya mencakup 664 guru ngaji, 124 marbot, serta puluhan ketua RT dan kepala lingkungan. Penyaluran tahap pertama ini mencakup 14 kecamatan, yakni Aikmel, Sakra Barat, Keruak, Masbagik, Pringgabaya, Sakra Timur, Sikur, Sukamulia, Suela, Terara, Selong, dan Labuhan Haji.
Adapun 7 kecamatan sisanya saat ini masih dalam proses validasi data desil 1 dan desil 5 (kemiskinan ekstrem). Baznas menargetkan seluruh 21 kecamatan di Lombok Timur dapat tercover penuh dalam waktu dekat.
Tak hanya itu, Baznas Lotim juga telah menyalurkan jaminan serupa kepada 1.200 guru madrasah honorer murni yang telah mengabdi antara 10 hingga 35 tahun.
Menutup acara yang dirangkaikan dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis tersebut, Bupati mengimbau warga untuk proaktif mengikuti pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) ditingkat Desa, kelurahan.
Pendataan yang akurat menjadi fondasi utama agar seluruh bantuan dan program jaminan sosial dari pemerintah daerah tepat sasaran serta benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,”tandasnya.
(Orik / 002)







