LCN – Lombok Timur, — NTB, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur kembali mempertegas komitmennya dalam melindungi para pelaku usaha mikro dari jeratan lintah darat.
Lewat skema program “Lombok Timur Berantas Rentenir”, Pemkab Lombok Timur resmi menggandeng dua bank milik daerah, PT Bank NTB Syariah dan PT BPR NTB Perseroda, untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema subsidi bunga 0% alias tanpa beban bunga bagi masyarakat.
Penandatanganan kerja sama strategis ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati Selong, Jumat (30/10/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, didampingi Sekda H. Muhammad Juaini Taofik, serta jajaran petinggi BUMD dan OJK NTB.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan keberlanjutan program pro-rakyat, yakni hal yang mutlak. Lombok Timur, yang telah diakui sebagai salah satu pengelola Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) terbaik di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua, tidak akan menghentikan program yang langsung menyentuh masyarakat bawah.
“Tidak ada program bermanfaat yang kita tinggalkan. Siapa pun bupatinya, selama bermanfaat bagi rakyat, harus dilanjutkan,”tegas Bupati.
Bupati meminta penyaluran KUR tidak boleh stagnan dan harus diperluas, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan.
Kelompok-kelompok perikanan darat aktif menjadi salah satu prioritas penerima tambahan modal. Tak hanya itu, Pemkab Lombok Timur memasang target besar untuk menaikkan alokasi anggaran subsidi bunga pada tahun 2027 mendatang.
Bank NTB Syariah dan BPR NTB Siap Gaspol dalam 2 bulan untuk merealisasikan target tersebut, dua bank daerah langsung tancap gas,
PT Bank NTB Syariah. Setelah delapan tahun vakum menyalurkan KUR, sejak Juli lalu bank daerah ini kembali dipercaya mengelola plafon KUR sekitar Rp 40 miliar untuk UMKM dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Direktur Pembiayaan Agus Suhendro menyatakan pihaknya mengoptimalkan jaringan cabang Selong dan Masbagik, termasuk bermitra dengan LPK untuk keberangkatan tenaga kerja ke Jepang, guna memaksimalkan penyerapan anggaran dalam sisa dua bulan ke depan.
Direktur Utama Faisal mengonfirmasi kesiapan jajarannya untuk menuntaskan penyaluran KUR serta penyerapan subsidi bunga di Lombok Timur tepat waktu.
Lombok Timur saat ini tercatat sebagai pemegang saham terbesar ketiga di Bank NTB Syariah. Melalui penyaluran subsidi bunga ini, Pemkab berharap modal usaha masyarakat tidak hanya tumbuh, tetapi juga aman dari perasan bunga tinggi rentenir.
Bupati juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menabung di bank milik daerah. “Sekecil apa pun tabungan, jika dihimpun dari banyak orang, akan menjadi kekuatan modal yang besar untuk membangun daerah kita sendiri,”tutupnya.
(Orik / 002)







