Home / Daerah / Air Mata Haru di Halaman Kantor Bupati: Pengabdian 21 Tahun Guru Kasturi Berbuah Hadiah Umrah

Air Mata Haru di Halaman Kantor Bupati: Pengabdian 21 Tahun Guru Kasturi Berbuah Hadiah Umrah

LCN – ​Lombok Timur, – NTB, Suasana khidmat di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (21/01/2026) seketika berubah menjadi haru. Ditengah riuh penyaluran insentif untuk ribuan guru TK dan PAUD, sebuah kejutan besar hadir sebagai kado terindah bagi mereka yang mengabdi dalam senyap.

​Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur bersama Baznas resmi menyalurkan insentif tahap pertama sebesar Rp440 juta bagi 1.434 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) non-sertifikasi. Namun, sorotan utama tertuju pada satu nama, Guru Kasturi.

​​Setelah 21 tahun mendedikasikan hidupnya mendidik anak-anak usia dini di KB Tulus Ate, Dusun Kembang Kuning, Guru Kasturi tak menyangka kesabarannya akan dibalas dengan tiket menuju Tanah Suci. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara langsung memberikan hadiah Umrah sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian tanpa pamrihnya.

​”Guru teladan yang sesungguhnya adalah mereka yang di TK dan PAUD. Mereka membentuk karakter sejak dini dengan penuh keikhlasan,”ujar Bupati Haerul Warisin dengan nada bangga.

​​Meski mengakui bahwa nilai nominal insentif tersebut belum mampu menandingi besarnya jasa para guru, Bupati menegaskan pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak menutup mata terhadap kesejahteraan tenaga pendidik non-PPPK.

​Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhamad Kamli, merinci bantuan ini menjangkau 7 kecamatan strategis:
​Terara dan Labuhan Haji
​Sakra Raya (Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat), ​Keruak dan Jerowaru
​Sinergi Zakat untuk Pendidikan
​Dana yang disalurkan merupakan bukti nyata pemanfaatan zakat, infak dan sedekah dari para muzaki di Lombok Timur.

“Ini sinergi antara kepercayaan masyarakat melalui Baznas untuk kembali memberikan manfaat kepada mereka yang paling berhak, yakni para pahlawan tanpa tanda jasa ditingkat PAUD,”tambah Kamli.

​Penyaluran insentif ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan sebuah pesan kuat dari Pemda Lombok Timur: Bahwa setiap tetes keringat guru dipelosok Desa adalah investasi masa depan yang sangat dihargai,”tandasnya.

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *