LCN – Lombok Timur – NTB, Sebuah era baru untuk generasi muda Lombok Timur dimulai hari ini, saat Program Power to Youth (PtY) secara resmi mengakhiri masa kerjanya yang berlangsung selama lima tahun. Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Bupati Lombok Timur, Jumat (29/08/2025) bukan hanya sekadar seremoni penutupan, melainkan momen bersejarah yang menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dan Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) dalam melindungi remaja dari ancaman perkawinan anak dan kehamilan diusia dini.
Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan sosial yang mendesak. Lombok Timur, yang sebelumnya menjadi salah satu daerah dengan kasus perkawinan anak tertinggi, kini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Melalui intervensi yang fokus pada edukasi kesehatan reproduksi, pemberdayaan remaja, dan penguatan regulasi ditingkat Desa, program ini berhasil memutus mata rantai masalah yang telah mengakar.
Wakil Bupati Lombok Timur, H Edwin Hadi Wijaya, menyampaikan apresiasi mendalam atas dampak nyata yang telah dirasakan. “Program ini bukan hanya mengubah data, tetapi juga mengubah masa depan ribuan anak di Lombok Timur. Dari layanan di sekolah hingga lahirnya Perda Perlindungan Anak, ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang kuat dapat menghasilkan perubahan yang monumental,”ujar Wabup.
Capaian program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan pengetahuan ribuan siswa tentang hak-hak kesehatan reproduksi, hingga partisipasi aktif remaja dalam menyuarakan isu-isu krusial. Perda Nomor 2 Tahun 2024 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak menjadi salah satu legacy terpenting yang lahir dari sinergi program ini, menunjukkan bahwa advokasi sosial telah berhasil menjadi kebijakan publik.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Meskipun program ini telah berakhir, semangat dan dampaknya diharapkan dapat terus berlanjut. Yayasan Gemilang Sehat Indonesia dan Pemkab Lombok Timur telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi komunitas untuk terus bergerak. Fasilitator remaja dan kader Desa yang telah dilatih kini menjadi agen perubahan, memastikan bahwa edukasi dan kesadaran tentang pentingnya pendewasaan usia perkawinan tetap menyala diseluruh penjuru Lombok Timur.
Ini cerita tentang harapan, keberanian, dan kolaborasi yang berhasil membawa perubahan. Lombok Timur kini bukan hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga sebagai kabupaten yang berani mengambil langkah maju untuk melindungi masa depan anak-anaknya,”pungkasnya.
(Orik / LCN)