Home / Daerah / Cerita di Balik Langkah Wabup di Apitaik, Dari Mushola Kecil Hingga Mimbar Masjid

Cerita di Balik Langkah Wabup di Apitaik, Dari Mushola Kecil Hingga Mimbar Masjid

LCN – Lombok Timur, – NTB, Suasana sore di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kamis (05/03/2026), terasa berbeda. Di hari ke-16 Ramadhan ini, kehadiran Wakil Bupati H. Edwin Hadi Wijaya bukan sekadar urusan protokoler, melainkan sebuah perjalanan “menjemput” aspirasi dari pintu ke pintu.

​Kejutan di Gubuk Motong Lauk
​Sebelum melangkah ke agenda utama, sebuah momen hangat tercipta di Mushola Nurul Jihad, Dusun Gubuk Motong Lauk. Tanpa pengawalan ketat yang kaku, Wabup menyelinap ke tengah anak-anak TPQ Islahul Ummah NW.

​Bersama relawan Cahaya Untuk Negeri, tawa pecah saat paket berbuka puasa dibagikan. Momen 300 meter sebelum titik utama safari ini menjadi bukti bahwa bagi pemerintah, setiap jengkal wilayah, sekecil dusun sekalipun, sebagai prioritas yang setara.

​Masjid Sebagai Simpul Komunikasi
​Puncak acara berlangsung khidmat di Masjid Jami’ Baiturrahman. Dihadapan tokoh agama dan masyarakat, Wabup menegaskan Safari Ramadhan adalah jembatan penghubung yang paling jujur.

​”Kita ingin ada interaksi. Ada tatap muka antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Masjid adalah tempat terbaik untuk membicarakan pembangunan yang telah dan akan kita kerjakan bersama,”ujar Wabup Edwin dengan nada optimis.

Memaparkan peta jalan pembangunan Lombok Timur agar masyarakat paham arah kebijakan daerah. Menegaskan peran Camat sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat diwilayah.
Menggandeng sektor non-pemerintah (relawan) untuk mempercepat bantuan sosial.

​Ini tentang kehadiran fisik dan emosional. Disaat pemimpin lain mungkin langsung menuju lokasi utama, langkah singgah di Mushola kecil menunjukkan pembangunan sesungguhnya dimulai dari perhatian pada hal-hal kecil ditingkat Dusun,”tandasnya.

 

 

(Orik / 002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *