Home / Berita TNI / Dandim 0912/Kutai Barat Hadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Itho

Dandim 0912/Kutai Barat Hadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Itho

LCN – Sendawar – Komandan Kodim 0912/Kutai Barat Letkol Inf Doni Fransisco, S.Sos., M.Si menghadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 yang digelar di Alun-Alun Itho. Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (17/08/2025).

Upacara yang dimulai pukul 09.00 Wita ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dan diikuti kurang lebih 2.000 peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, pelajar, serta masyarakat.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sedangkan Kapten Inf Hariyadi (Pasipers Kodim 0912/Kubar) dipercaya sebagai Komandan Upacara. Petugas pengibar bendera merupakan pasukan Paskibraka terbaik perwakilan pelajar SMA se-Kutai Barat, yang didampingi pengawal bendera dari TNI-Polri.

Hadir dalam upacara tersebut jajaran Forkopimda Kutai Barat, di antaranya Wakil Bupati Kubar H. Nanang Andriani, Sekda Drs. Ayonius, Danbrigif TP 85/BTC Kolonel Inf Alzaki, Kapolres Kubar AKBP Boney Wahyu Wicaksono, tokoh masyarakat, serta para pimpinan OPD.

Dandim 0912/Kubar Letkol Inf Doni Fransisco menyampaikan bahwa momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI harus dijadikan sebagai pengingat dan motivasi untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan.

“Hari ini kita tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata, namun perjuangan kita adalah menjaga persatuan, membangun daerah, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Semangat gotong royong dan cinta tanah air harus terus kita wariskan kepada generasi muda,”tegas Dandim.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Kutai Barat tahun ini juga menampilkan keunikan tersendiri, yakni seluruh jajaran pemerintahan daerah menggunakan pakaian batik adat, sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam melestarikan budaya lokal,”tandasnya.

 

(Orik / LCN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *