LCN – Lombok Timur – NTB, Dilapangan Apel Mapolres Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Rinjani 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (12/03/2026).
Apel gelar pasukan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Timur Drs. H. Edwin Hadiwijaya, MM, Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Eky Anderson, Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana, S.I.K, Kajari Lombok Timur I Gusti Ayu Agung Candrawati, SH, MH, Kabag Umum DPRD Lotim I Gusti Parhan, Kaban Kesbangpoldagri Lotim H. Mustafa, Pejabat Utama Polres Lotim, perwakilan Forkopimda Kabupaten Lombok Timur, Danki 3 Yon B Satbrimobda NTB AKP Haekal Ahmad, serta para Kapolsek jajaran Polres Lombok Timur.
Dalam kegiatan tersebut turut dilibatkan berbagai unsur pasukan pengamanan yang terdiri dari 1 SST anggota Kodim 1615/Lotim, 1 SST Sat Brimob Kompi 3 Yon B Lotim, 1 SST Samapta Polres Lotim, 1 SST Satlantas Polres Lotim, 1 SST gabungan staf Polres Lotim, 1 SST anggota Reserse/Intel/Narkoba, 1 SST Dinas Perhubungan Lombok Timur, 1 SST Satpol PP, 1 SST Basarnas, 1 SST BPBD, 1 SST Damkar, serta 1 SST anggota Pramuka.
Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan stakeholder terkait sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar.
Pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada tanggal 15 hingga 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada tanggal 24 hingga 25 Maret 2026. Oleh karena itu, Polri bersama TNI dan seluruh stakeholder melaksanakan operasi terpusat dengan sandi Operasi Ketupat 2026 dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”.
Untuk mendukung kelancaran operasi tersebut, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama yang mengatur berbagai kebijakan, diantaranya pembatasan operasional angkutan barang, penerapan rekayasa lalu lintas, pengaturan penyeberangan laut, penghentian sementara proyek konstruksi, serta pengalihfungsian sementara lokasi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan.
Selain itu, pelayanan yang ramah dan responsif juga menjadi prioritas selama pengamanan mudik Lebaran 2026.
Para petugas dilapangan diharapkan menampilkan sikap humanis serta aktif memberikan edukasi kepada pengemudi agar beristirahat sejenak guna menghindari risiko microsleep. Pengecekan kesehatan pengemudi, kondisi kendaraan, kesiapan rambu lalu lintas, serta penerangan jalan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kecelakaan.
Berdasarkan prediksi BMKG, pada periode Lebaran tahun ini berpotensi terjadi hujan disertai angin. Oleh karena itu, langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk penyiapan jalur evakuasi dan layanan pertolongan bagi masyarakat apabila terjadi situasi darurat selama perjalanan mudik.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan hotline pengaduan dan tanggap darurat yang disediakan oleh aparat guna melaporkan gangguan kamtibmas maupun potensi kemacetan dijalur mudik.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel pengamanan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, serta berbagai mitra kamtibmas lainnya yang telah berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Pengamanan Lebaran di Kabupaten Lombok Timur akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan mendirikan beberapa pos pengamanan dan pelayanan, yaitu Pos PAM Terara, Pos PAM Masbagik, Pos PAM Pancor, serta Pos Pelayanan di Pelabuhan Kayangan.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H di wilayah Kabupaten Lombok Timur dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif,”tandasnya.
(Orik / 002)








